Bhabinkamtibmas Paguyaman Kawal Pencegahan Stunting di Desa

  • 24 Sep 2026 22:08 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Upaya pencegahan stunting di tingkat desa terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Di Desa Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Bhabinkamtibmas turut mengawal langkah pencegahan stunting agar intervensi terhadap kelompok sasaran dapat berjalan tepat. Bhabinkamtibmas Desa Molombulahe Briptu Panji Pramudya terlibat dalam Rembuk Stunting yang digelar di Kantor Desa Molombulahe, Selasa 22 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi kondisi stunting sekaligus memetakan persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Pembahasan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, pendamping desa, serta unsur masyarakat.

Kapolsek Paguyaman Iptu Juwari mengatakan, keterlibatan personel Polri dalam pencegahan stunting merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda kesehatan masyarakat.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Iptu Juwari.

Menurutnya, persoalan stunting membutuhkan penanganan bersama karena berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan kualitas generasi penerus. Karena itu, koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Dalam rembuk tersebut, peserta membahas kondisi dan permasalahan stunting terkini di Desa Molombulahe. Data dan kelompok sasaran menjadi perhatian untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pembahasan juga diarahkan pada penyusunan program intervensi gizi. Langkah ini penting agar upaya pencegahan tidak berhenti pada pendataan, tetapi dilanjutkan dengan program yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga sasaran.

"Kami mendorong agar setiap rencana intervensi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan," tambahnya.

Selain Bhabinkamtibmas, forum tersebut juga melibatkan Babinsa Serka Hendi S., Kepala Desa Molombulahe Herianto Manto, Kepala KUA Jasmadi, Pendamping Lokal Desa Romin Saidi, serta unsur Puskesmas dan Badan Permusyawaratan Desa.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan lintas sektor. Pemerintah desa memiliki peran dalam program dan penganggaran, sementara tenaga kesehatan memberikan pendampingan dari sisi kesehatan dan gizi.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan mengenai rencana tindak lanjut. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan program pencegahan stunting dapat dijalankan sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

Juwari menambahkan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan program kesehatan di tingkat desa.

"Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan untuk memastikan upaya pencegahan stunting berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Rembuk Stunting Desa Molombulahe berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 16.00 WITA dalam suasana tertib. Kolaborasi pemerintah desa, tenaga kesehatan, TNI-Polri dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sejak tingkat keluarga dan desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....