Kemarau Ekstrem Bikin Desa Surplus Air Ikut Krisis

  • 12 Sep 2026 13:14 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID.GORONTALO-Kemarau ekstrem memasuki bulan keempat dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Dampaknya kian terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo Utara. Bahkan, Desa Wubudu, Kecamatan Sumalata Timur, yang selama ini dikenal sebagai wilayah surplus air pegunungan, kini ikut mengalami tekanan serius terhadap ketersediaan air bersih.

Kondisi tersebut mendapat respons cepat Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gorontalo Utara bersama TAGANA dan Pemerintah Desa Wubudu melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak.

Dalam laporan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu disebutkan bahwa Wubudu selama ini merupakan wilayah yang memiliki sumber air pegunungan yang relatif melimpah. Air bahkan dikenal mengalir sepanjang siang dan malam. Namun, situasi tersebut berubah akibat kemarau ekstrem yang telah berlangsung selama empat bulan secara berturut-turut tanpa hujan.

“Desa Wubudu selama ini merupakan wilayah surplus air bersih pegunungan. Air mengalir sepanjang hari, siang dan malam. Namun kini juga sangat terdampak musim kemarau ekstrem yang memasuki bulan keempat dan secara berturut-turut belum juga turun hujan,” demikian laporan Kalak BPBD Gorontalo Utara.

Distribusi air bersih menyasar tiga dusun di Desa Wubudu yang mengalami dampak kekeringan. Dusun Hulapa Barat tercatat sebanyak 110 KK atau 354 jiwa, Dusun Hulapa sebanyak 78 KK atau 248 jiwa, dan Dusun Tengah sebanyak 118 KK atau 349 jiwa. Secara keseluruhan, terdapat 358 KK atau 951 jiwa yang menjadi sasaran pelayanan air bersih.

BPBD Gorontalo Utara menyalurkan 11.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tiga dusun tersebut. Angka tersebut sekaligus menggambarkan semakin seriusnya tekanan kemarau terhadap masyarakat, bahkan di wilayah yang sebelumnya dikenal memiliki sumber air pegunungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....