Kisah Unik Perayaan Kemerdekaan Indonesia di Singapura 1984
- 16 Agt 2026 17:31 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID ,Gorontalo - Semangat kemerdekaan Indonesia tidak hanya dirasakan di Tanah Air. Jauh dari Indonesia, para diaspora tetap menjaga tradisi perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan dengan penuh kebersamaan. Salah satu catatan menarik terjadi di Singapura pada 1984, ketika masyarakat Indonesia di negara tersebut menggelar peringatan kemerdekaan lebih awal.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama sejumlah perusahaan Indonesia, Sekolah Indonesia di Singapura, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Perayaan itu menjadi ruang berkumpul sekaligus mempererat rasa kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.
Antusiasme para diaspora terlihat sejak malam sebelum acara berlangsung. Mereka telah mempersiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia. Suasana semakin meriah dengan keterlibatan anak-anak dan keluarga Indonesia yang berada di Singapura.
Peringatan tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Menteri Tenaga Kerja saat itu, Sudomo, turut menghadiri rangkaian kegiatan yang digelar di Singapura.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba lari sejauh 10 kilometer. Perlombaan ini diikuti sekitar 200 anak-anak Indonesia yang tinggal di Singapura.
Kegiatan dimulai dari Wisma Indonesia di Orange Grove Road. Para peserta kemudian menempuh rute yang telah ditentukan hingga garis akhir di kediaman resmi Duta Besar Republik Indonesia di kawasan Holland Hill.
Tidak hanya anak-anak, masyarakat Indonesia lainnya juga ikut memeriahkan perlombaan. Sebagian di antaranya turut berjalan atau mengikuti kegiatan di sepanjang rute, meskipun tidak diwajibkan menyelesaikan seluruh lintasan 10 kilometer.
Sudomo juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia kemudian menyerahkan hadiah secara langsung kepada para peserta yang berhasil menjadi pemenang lomba.
Meski hadiah yang disediakan tergolong sederhana, hal itu tidak mengurangi antusiasme peserta. Perlombaan justru menjadi salah satu bagian yang membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak dan penuh kekeluargaan.
Menariknya, kegiatan yang berlangsung di Singapura pada 1984 tersebut tidak semata-mata menjadi perayaan kemerdekaan Indonesia. Acara itu juga menjadi bagian dari semangat persahabatan dengan masyarakat Singapura karena berdekatan dengan peringatan Hari Nasional Singapura.
Singapura memperingati Hari Nasional setiap 9 Agustus. Tanggal tersebut menandai kemerdekaan Singapura dari Malaysia pada 9 Agustus 1965.
Dengan demikian, perayaan yang digelar masyarakat Indonesia di Singapura pada 1984 menjadi momentum unik. Di satu sisi, diaspora Indonesia menjaga semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air. Di sisi lain, kegiatan tersebut berlangsung di tengah suasana perayaan nasional negara tempat mereka tinggal.
Catatan sejarah ini menunjukkan bahwa jarak geografis tidak menghilangkan rasa kebangsaan. Bagi diaspora Indonesia, peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan semangat persatuan, memperkenalkan nilai-nilai Indonesia kepada generasi muda, sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan di negara tempat mereka berada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....