Program Glow Up Perkuat Pemberdayaan Perempuan di Boalemo

  • 14 Agt 2026 21:09 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Program pemberdayaan perempuan “Glow Up” menghadirkan sejumlah layanan langsung bagi masyarakat di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menggabungkan pasar pangan murah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM hingga konsultasi hukum. Sejak pagi, halaman Kantor Camat Wonosari di Desa Bongo 2 mulai dipadati warga.

Kegiatan diawali senam Zumba bersama sejak pukul 06.15 WITA yang diikuti ratusan masyarakat, organisasi perempuan, personel kepolisian dan Bhayangkari.

Di tengah keramaian tersebut, Polsek Wonosari tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan. Personel kepolisian ikut memastikan masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik dengan tertib, aman dan nyaman.

Pada Gerakan Pangan Murah melalui program SPHP, polisi mengawal distribusi beras, minyak goreng dan gula pasir bersubsidi agar berjalan tertib dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pelayanan kesehatan gratis juga mendapat pengamanan untuk mengatur antrean warga bersama tenaga medis Puskesmas Bongo 2. Sementara kegiatan bazar UMKM dan konsultasi hukum menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Kapolsek Wonosari Iptu Zulkifli Saeng mengatakan kehadiran polisi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran kami bukan hanya memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, melainkan juga memastikan masyarakat merasa terlayani dan terbantu secara langsung melalui program pangan murah ini,” kata Zulkifli.

Program Glow Up yang digagas Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri dan TP-PKK Kabupaten Boalemo juga membawa pesan yang lebih luas tentang kemandirian perempuan. Pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kapasitas ekonomi, kecakapan intelektual serta kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak.

Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali menilai makna Glow Up tidak berhenti pada perubahan penampilan, tetapi menyangkut transformasi perempuan agar semakin mandiri dan mampu mengambil peran dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Keterlibatan Bhayangkari, Persit dan PKK memperlihatkan kolaborasi organisasi perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak tingkat lingkungan masyarakat.

“Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, dan organisasi wanita seperti Bhayangkari adalah kunci utama menciptakan ketahanan keluarga dan stabilitas kamtibmas yang kokoh,” tambah Zulkifli.

Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, akademisi, organisasi perempuan dan masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang bantuan, tetapi juga membuka akses terhadap pangan, kesehatan, ekonomi dan perlindungan hukum secara bersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....