Tujuh Beras Lokal Terenak di Indonesia
- 27 Jul 2026 20:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - nBagi masyarakat Indonesia, nasi bukan sekadar makanan, tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari. Hampir di setiap daerah, nasi selalu hadir sebagai menu utama, baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Bahkan, sudah menjadi ungkapan yang akrab di tengah masyarakat bahwa sebanyak apa pun seseorang menyantap makanan, jika belum makan nasi rasanya belum benar-benar makan.
Kebiasaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya nasi sebagai sumber energi utama masyarakat Indonesia. Namun, kelezatan nasi tidak hanya ditentukan oleh cara memasaknya, melainkan juga oleh kualitas beras yang digunakan. Beruntung, Indonesia memiliki beragam jenis beras lokal yang kualitasnya sangat baik dan tidak kalah dengan beras impor. Setiap jenis beras memiliki karakteristik berbeda, mulai dari aroma, tekstur, bentuk bulir, hingga cita rasa yang khas.
Keanekaragaman beras tersebut juga mencerminkan kekayaan pertanian Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dilansir dari jasindo.co.id, berikut tujuh jenis beras lokal terbaik yang banyak diminati masyarakat karena cita rasa dan kualitasnya.
1. Pandan Wangi, Beras Harum Kebanggaan Cianjur
Pandan Wangi merupakan salah satu beras premium Indonesia yang berasal dari Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Beras ini terkenal karena memiliki aroma harum alami yang menyerupai daun pandan sehingga sangat mudah dikenali.
Bulirnya berbentuk bulat memanjang dengan warna putih agak bening. Setelah dimasak, Pandan Wangi menghasilkan nasi yang lembut, pulen, dan tetap nikmat meskipun sudah dingin.
Keistimewaan aroma tersebut berasal dari senyawa alami 2-acetyl-1-proline (2AP) yang memang terbentuk karena kondisi tanah, air, dan lingkungan di daerah asalnya. Oleh sebab itu, kualitas aroma Pandan Wangi sulit ditemukan di daerah lain.
Karena memiliki cita rasa yang khas, produksi yang terbatas, dan kualitas premium, harga Pandan Wangi biasanya lebih tinggi dibandingkan jenis beras lainnya. Meski demikian, banyak masyarakat tetap memilihnya karena memberikan pengalaman makan yang lebih istimewa.
2. Sentra Ramos atau IR 64, Favorit Keluarga Indonesia
Jenis beras berikutnya adalah Sentra Ramos atau lebih dikenal sebagai IR 64. Beras ini termasuk yang paling banyak dijual di berbagai pasar tradisional maupun modern karena memiliki harga yang relatif terjangkau.
| Baca juga: Warisan Olahraga Kuno |
IR 64 memiliki ciri bulir panjang berwarna putih bersih dengan tekstur nasi yang pulen setelah dimasak. Berbeda dengan Pandan Wangi, beras ini tidak memiliki aroma khas sehingga rasa nasi lebih netral dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis lauk.
Karena popularitasnya sangat tinggi, masyarakat diimbau lebih teliti saat membeli. Pasalnya, ada oknum yang menambahkan pewangi sintetis agar beras IR 64 menyerupai Pandan Wangi. Padahal secara alami, Sentra Ramos tidak mengeluarkan aroma harum.
Memilih beras dari penjual terpercaya menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kualitas terbaik.
3. IR 42, Pilihan Tepat untuk Nasi Uduk dan Nasi Padang
Beras IR 42 dikenal memiliki tekstur yang lebih pera dibandingkan jenis beras lainnya. Setelah dimasak, nasi tidak terlalu lengket sehingga cocok digunakan untuk berbagai olahan seperti nasi uduk, nasi Padang, maupun nasi kuning.
Bulirnya berbentuk panjang dan ramping. Masa tanamnya mencapai sekitar 135 hingga 145 hari, lebih lama dibandingkan sebagian besar varietas beras lainnya. Waktu panen yang relatif panjang membuat banyak petani tidak terlalu sering membudidayakannya.
Akibatnya, produksi IR 42 lebih terbatas sehingga harga jualnya cenderung lebih tinggi dibandingkan IR 64. Namun bagi masyarakat yang menyukai tekstur nasi yang tidak terlalu pulen, IR 42 tetap menjadi pilihan favorit.
4. Mentik Susu, Beras Organik yang Kaya Nutrisi
Mentik Susu berasal dari Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Beras ini termasuk dalam kelompok beras organik karena ditanam tanpa menggunakan pupuk maupun pestisida kimia.
Sesuai namanya, warna bulir Mentik Susu tampak putih menyerupai susu dengan bentuk yang hampir mirip beras ketan. Setelah dimasak, nasi memiliki tekstur pulen, lembut, dan mengeluarkan aroma harum alami.
Selain dikenal lezat, Mentik Susu juga banyak diminati karena kandungan nutrisi dan mineralnya yang tinggi. Beras organik seperti ini umumnya dipilih oleh masyarakat yang mulai menerapkan pola makan sehat. Namun demikian, manfaat kesehatannya tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup aktif.
Karena proses budidayanya lebih rumit dibandingkan beras biasa, harga Mentik Susu relatif lebih mahal.
5. Anak Daro, Kebanggaan Solok yang Mendunia
Sumatera Barat memiliki beras unggulan bernama Anak Daro, yang berasal dari daerah Solok. Beras ini merupakan salah satu varietas paling terkenal dari kawasan tersebut.
Bulirnya kecil dan berwarna putih bersih. Menariknya, saat dimasak ukuran bulir akan mengembang lebih besar. Tekstur nasi yang dihasilkan cenderung pera, mudah dipisahkan, namun tidak mudah hancur.
Karakter inilah yang membuat Anak Daro sangat disukai masyarakat Sumatera dan banyak digunakan untuk berbagai hidangan khas Minangkabau.
Selain teksturnya yang khas, cita rasa Anak Daro juga dikenal gurih sehingga tetap menjadi salah satu beras premium yang banyak dicari hingga kini.
6. Rojolele, Beras Legendaris dari Klaten
Nama Rojolele tentu sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Beras yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah, ini telah lama dikenal sebagai salah satu beras premium dengan kualitas terbaik.
Bulirnya berbentuk bulat dan berwarna putih susu. Setelah dimasak, Rojolele menghasilkan nasi yang pulen, lembut, dan nyaman di lidah.
| Baca juga: Ubi Jalar, Pangan Manis Kaya Gizi |
Berbeda dengan Pandan Wangi, Rojolele tidak memiliki aroma khas sehingga cocok bagi masyarakat yang kurang menyukai nasi beraroma kuat.
Karena proses budidayanya cukup sulit dan hasil panennya tidak sebanyak varietas lain, harga Rojolele juga relatif tinggi. Konsumen juga perlu berhati-hati jika menemukan Rojolele dengan aroma pandan karena aroma tersebut bukan merupakan ciri alaminya.
7. Mentik Wangi, Harum Alami dan Kaya Mineral
Jenis terakhir adalah Mentik Wangi. Beras ini masih satu keluarga dengan Mentik Susu, tetapi memiliki bentuk bulir yang sedikit lebih panjang dengan warna putih kusam.
Saat dimasak, Mentik Wangi menghasilkan aroma harum alami yang menggugah selera. Teksturnya tetap pulen sehingga banyak diminati oleh pecinta nasi harum.
Sebagai beras organik, Mentik Wangi juga dibudidayakan tanpa bahan kimia sintetis sehingga kandungan nutrisi dan mineralnya tetap terjaga. Meski harga jualnya lebih tinggi dibandingkan beras biasa, kualitas rasa dan proses budidayanya menjadi nilai tambah bagi para konsumen.
Kekayaan Beras Lokal Patut Terus Didukung
Keberagaman beras lokal Indonesia menunjukkan betapa kayanya sumber daya pertanian nasional. Setiap daerah memiliki varietas unggulan yang lahir dari kondisi alam, budaya bertani, dan selera masyarakat yang berbeda-beda.
Di Pulau Jawa, masyarakat umumnya menyukai nasi dengan tekstur pulen dan lembut. Sebaliknya, sebagian masyarakat Sumatera lebih menyukai nasi yang pera atau tidak terlalu lengket. Perbedaan selera tersebut justru menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan pangan yang mampu memenuhi berbagai preferensi konsumen.
Dengan memilih beras lokal, masyarakat tidak hanya memperoleh kualitas yang baik dan cita rasa yang beragam, tetapi juga ikut mendukung kesejahteraan petani Indonesia serta menjaga keberlanjutan pangan nasional. Beras lokal yang berkualitas tinggi menjadi bukti bahwa produk pertanian dalam negeri mampu bersaing dan layak menjadi kebanggaan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....