Ubi Jalar, Pangan Manis Kaya Gizi
- 14 Feb 2026 11:50 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang telah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat di berbagai daerah. Tanaman umbi-umbian ini memiliki daging yang lembut dengan rasa manis alami, sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan usia. Selain rasanya yang lezat, ubi jalar juga dinilai memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi menjadi alternatif makanan pokok pengganti nasi karena kandungan karbohidratnya yang cukup besar serta indeks glikemik yang relatif lebih rendah bila diolah dengan tepat.
Di Indonesia, ubi jalar tumbuh subur dan mudah dibudidayakan, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Hal ini menjadikan ubi jalar sebagai salah satu sumber pangan strategis yang mendukung ketahanan pangan nasional. Tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, ubi jalar juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Secara umum, ubi jalar terbagi ke dalam beberapa jenis utama berdasarkan warna dagingnya. Ubi jalar oranye, termasuk ubi Cilembu yang terkenal manis, memiliki kandungan beta-karoten yang tinggi dan menjadi sumber vitamin A alami. Ubi jalar ungu dikenal kaya akan antioksidan, terutama antosianin, yang berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sementara itu, ubi jalar putih memiliki tekstur lebih halus dan rasa yang lebih lembut, sehingga sering digunakan sebagai bahan dasar aneka olahan makanan tradisional maupun modern.
Menurut data gizi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), setiap 200 gram ubi jalar panggang beserta kulitnya mengandung sekitar 180 kalori, 41 gram karbohidrat, 4 gram protein, dan hanya 0,3 gram lemak. Selain itu, ubi jalar juga mengandung 6,6 gram serat yang bermanfaat bagi pencernaan. Dari sisi vitamin dan mineral, ubi jalar tergolong sangat kaya, dengan kandungan vitamin A mencapai 213 persen dari nilai harian, vitamin C 44 persen, mangan 43 persen, tembaga 36 persen, vitamin B6 34 persen, kalium 20 persen, serta niasin 19 persen dari kebutuhan harian tubuh.
Sumber kesehatan dari Primaya Hospital menyebutkan bahwa kandungan antioksidan pada ubi jalar, khususnya jenis oranye dan ungu, berperan penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif yang dapat memicu penuaan dini serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif.
Manfaat ubi jalar bagi kesehatan sangat beragam. Salah satunya adalah menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin A yang berasal dari beta-karoten berperan penting dalam mempertahankan struktur mata, meningkatkan kemampuan penglihatan terutama pada kondisi cahaya rendah, serta menurunkan risiko penyakit mata seperti katarak dan degenerasi makula yang umumnya muncul seiring bertambahnya usia. Selain itu, vitamin C dalam ubi jalar membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang produksi sel imun, sehingga tubuh lebih tahan terhadap infeksi virus maupun bakteri.
Ubi jalar juga dikenal baik untuk kesehatan pencernaan. Kandungan seratnya yang tinggi membantu melancarkan buang air besar, menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus, serta mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti sembelit dan iritasi usus. Tak hanya itu, kandungan kalium dalam ubi jalar berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu mengontrol tekanan darah, sehingga berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi ubi jalar tetap perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah karena kandungan gula alaminya, terutama bagi penderita diabetes. Selain itu, residu pestisida pada ubi jalar yang tidak dicuci bersih atau berasal dari pertanian non-organik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari gangguan hormonal hingga risiko kerusakan saraf. Kandungan oksalat di dalam ubi jalar juga dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan, serta memicu gangguan pencernaan seperti kembung dan diare pada sebagian orang.
Agar manfaat ubi jalar dapat diperoleh secara optimal, cara pengolahan menjadi faktor penting. Ubi jalar sebaiknya diolah dan dikonsumsi bersama kulitnya karena bagian kulit mengandung antioksidan yang tinggi. Metode pengolahan yang dianjurkan antara lain dipanggang, direbus, atau dikukus. Memanggang ubi jalar dapat mempertahankan cita rasa dan nutrisinya, sementara merebus dan mengukus membantu menjaga kandungan beta-karoten agar lebih mudah diserap tubuh.
Dengan pengolahan yang tepat, ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai hidangan sehat, mulai dari camilan, lauk pendamping, hingga bahan dasar makanan bayi dalam bentuk puree. Melihat kandungan gizi dan manfaatnya yang melimpah, ubi jalar tidak hanya layak dipertahankan sebagai pangan tradisional, tetapi juga berpotensi menjadi pilihan utama dalam pola makan sehat masyarakat modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....