Selain Soekarno, Ada Tokoh-Tokoh Besar yang Hampir Terhapus Sejarah
- 01 Jun 2026 07:49 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun di balik sejarah tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang kontribusinya sering kali kurang mendapat sorotan publik meski memiliki peran penting dalam proses perumusan Pancasila.
Nama Soekarno tentu tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya Pancasila. Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang berisi gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato inilah yang kemudian dikenal sebagai tonggak lahirnya Pancasila.
Namun, para sejarawan menegaskan bahwa lahirnya Pancasila merupakan hasil pemikiran kolektif dan musyawarah para pendiri bangsa. Sejumlah tokoh lain turut memberikan gagasan, pandangan, serta kompromi yang akhirnya membentuk rumusan dasar negara yang disepakati bersama.
Salah satu tokoh yang patut dikenang adalah Muhammad Yamin. Dalam sidang BPUPKI, Yamin menyampaikan gagasan tentang dasar negara yang mencerminkan semangat kebangsaan, kemanusiaan, dan persatuan. Pemikirannya menjadi bagian dari diskusi panjang yang berlangsung menjelang kemerdekaan Indonesia.
Tokoh lainnya adalah Soepomo, seorang ahli hukum yang mengemukakan konsep negara integralistik. Gagasan Soepomo memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan sistem ketatanegaraan Indonesia dan menjadi salah satu landasan dalam perdebatan mengenai bentuk negara yang akan dibangun.
Peran penting juga dimainkan oleh anggota Panitia Sembilan yang dibentuk untuk merumuskan dasar negara dan naskah pembukaan konstitusi. Tokoh-tokoh seperti Achmad Soebardjo, Alexander Andries Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Wahid Hasyim, dan Agus Salim turut berkontribusi dalam menyusun Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945.
| Baca juga: Thailand Temukan Dinosaurus Raksasa Baru |
Selain itu, peran Mohammad Hatta juga sangat menentukan. Menjelang pengesahan Undang-Undang Dasar pada 18 Agustus 1945, Hatta memimpin upaya mencari jalan tengah untuk menjaga persatuan bangsa yang terdiri atas berbagai suku, agama, dan golongan. Sikap kenegarawanannya membantu melahirkan rumusan Pancasila yang dapat diterima seluruh rakyat Indonesia.
Para ahli sejarah menilai bahwa keberhasilan para pendiri bangsa merumuskan Pancasila tidak lepas dari semangat musyawarah dan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok. Nilai-nilai itulah yang menjadikan Pancasila tetap relevan hingga saat ini.
Mengenang tokoh-tokoh perumus Pancasila bukan sekadar mengingat nama-nama besar dalam sejarah. Lebih dari itu, bangsa Indonesia diajak untuk meneladani semangat persatuan, toleransi, dan kebijaksanaan yang mereka tunjukkan dalam merumuskan dasar negara.
Di tengah berbagai tantangan zaman, warisan para pendiri bangsa tersebut tetap menjadi pengingat bahwa Indonesia lahir dari gagasan besar, dialog, dan semangat kebersamaan. Pancasila bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah pemikiran bersama para tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk masa depan Indonesia merdeka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....