Warga Gorontalo Antar Kepergian Almarhum Mohamad Kilat Wartabone
- 08 Jun 2026 10:46 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Duka mendalam menyelimuti warga Gorontalo lebih khusus Kabupaten Bone Bolango setelah mantan Wakil Bupati Bone Bolango, Mohamad Kilat Wartabone, meninggal dunia pada Minggu 7 Juni 2026 pukul 18.45 Wita setelah menjalani perawatan instesif di RS Aloe Saboe. Kepergian tokoh senior yang akrab disapa Kilat Wartabone itu tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenalnya sebagai pribadi sederhana, bersahaja, dan memiliki kedekatan kuat dengan warga hingga pelosok daerah.
Rumah duka di Kecamatan Suwawa dipadati ratusan warga untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti rumah duka dengan doa dan ungkapan belasungkawa yang datang silih berganti, Senin 8 Juni 2026.
Banyak warga yang hadir mengaku kehilangan figur yang selama ini dikenal mampu menjembatani berbagai kepentingan masyarakat dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Adik almarhum, Kris Wartabone, menjelaskan sebelum meninggal dunia, almarhum sempat menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit.
“Beliau almarhum bukan sekedar kakak bagi kami tapi juga orang tua yang senantiasa memberikan nasehat. Kiranya ada khilaf salah beliau mohon dimaafkan dan yang masih ada pembicaraan mohon disampaikan kepada kami keluarga,” ucap Kris Wartabone dihadapan jamaah perkabungan.
Menurut keluarga, Mohamad Kilat Wartabone merupakan sosok yang selalu menjaga persatuan keluarga maupun masyarakat. Dalam berbagai situasi, almarhum lebih memilih dialog dan pendekatan kekeluargaan dibandingkan memperbesar perbedaan yang ada.
Senada dengan hal ini Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menyampaikan daerah kehilangan salah satu putra terbaik yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Bone Bolango. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
“Semangat pengabdian serta keteladanan yang ditinggalkan Mohamad Kilat Wartabone akan selalu dikenang oleh pemerintah daerah dan masyarakat Bone Bolango sebagai bagian penting dari sejarah pembangunan daerah,” kata Ismet Mile.
Di masa-masa akhir kehidupannya, almarhum lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, anak, dan cucu serta memperbanyak kegiatan ibadah. Kebiasaan tersebut menjadi kenangan yang terus diingat keluarga sebagai cerminan kehidupan sederhana yang dijalani hingga akhir hayatnya.
Kepergian Mohamad Kilat Wartabone meninggalkan jejak pengabdian yang panjang bagi Bone Bolango. Kehadiran ribuan warga di rumah duka menjadi bukti bahwa almarhum tidak hanya dikenang sebagai mantan pejabat daerah, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat yang dekat dengan rakyat hingga akhir kehidupannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....