Tradisi Dikili, Lestarikan Syiar Islam di Gorontalo

  • 22 Feb 2025 20:01 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Dikili adalah tradisi zikir yang dilantunkan sebagai doa dan ungkapan syukur kepada Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Maulid Nabi di Gorontalo dan telah menjadi salah satu warisan budaya serta adat istiadat yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Dikili memiliki ciri khas yang unik. Tradisi ini biasanya dilaksanakan dari malam hingga pagi hari, menciptakan suasana khusyuk dan penuh hikmat. Lantunan dikili umumnya dibawakan oleh orang-orang tua yang memiliki pengetahuan agama mendalam, sehingga nilai spiritual yang terkandung di dalamnya tersampaikan dengan penuh makna.

Yohan Arbie, pemerhati budaya di Desa Buhudaa, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, menjelaskan bahwa Dikili merupakan bagian dari syiar Islam yang mengagungkan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW melalui zikir dan lafaz-lafaz Allah. Menurutnya, di Desa Buhudaa, pelantunan zikir dalam dikili diperankan oleh generasi muda serta para senior.

Pada kesempatan yang sama, Simon Kadir, seorang Ahlulu atau instruktur pelatih dikili di Desa Buhudaa, menyampaikan bahwa sejak tahun 2019, ia mengabdikan diri untuk memberikan latihan kepada generasi muda di desa tersebut agar tradisi ini tetap dilestarikan.

Masyarakat Gorontalo yang mayoritasnya beragama Islam, memelihara tradisi dikili ini, tidak hanya pada perayaan Maulid Nabi, tetapi juga di luar bulan Rabiul Awal. Tradisi ini sering terdengar dalam berbagai kegiatan, seperti kursus dan arisan yang diadakan di sekitar wilayah mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....