Pakar Ekonomi UNG: MBG Bisa Tingkatkan Daya Beli Petani dan Kendalikan Inflasi

  • 06 Agt 2026 18:56 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo– Akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sekaligus pakar ekonomi, Prof. Amir Halid, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian.

Menurut Prof. Amir, alokasi anggaran MBG yang masuk ke daerah merupakan sumber perputaran ekonomi baru yang dapat memperkuat kapitalisasi ekonomi lokal.

Ia menyebut, Gorontalo saat ini memiliki sekitar 54 satuan pelayanan MBG dengan potensi aliran dana mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain seperti Sulawesi Selatan yang memperoleh alokasi hingga triliunan rupiah.

“Dana MBG yang masuk ke daerah merupakan modal yang berputar di masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” kata Prof. Amir, Selasa 4 Agustus 2026.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa manfaat ekonomi dari program tersebut tidak akan optimal apabila sektor produksi daerah belum siap memenuhi kebutuhan bahan pangan yang dibutuhkan program MBG.

Menurutnya, apabila pasokan pangan lokal tidak mampu memenuhi permintaan yang meningkat, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga atau inflasi.

“Kalau faktor-faktor produksi di daerah tidak siap, program ini justru bisa memicu inflasi karena kebutuhan meningkat sementara pasokan terbatas,” ujarnya.

Karena itu, Prof. Amir mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, khususnya perangkat daerah yang menangani sektor pertanian, dengan pelaksana program MBG agar kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi oleh petani lokal.

Ia menilai program MBG seharusnya tidak hanya dipandang sebagai program konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen penggerak sektor produksi.

“MBG harus diarahkan dari sekadar program konsumtif menjadi program produktif. Petani harus dilibatkan untuk menyediakan bahan pangan yang dibutuhkan sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Prof. Amir, meningkatnya permintaan hasil pertanian melalui program MBG akan memberikan peluang pasar yang lebih besar bagi petani. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat daya beli masyarakat.

Ia menambahkan, peningkatan pendapatan masyarakat akan membantu menjaga keseimbangan antara kenaikan harga dan kemampuan konsumsi masyarakat sehingga tekanan inflasi dapat dikendalikan.

“Ketika petani memperoleh manfaat ekonomi dari peningkatan produksi, daya beli mereka juga meningkat. Kondisi ini akan membantu mengimbangi inflasi dan memperkuat perekonomian daerah secara keseluruhan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....