Pertimbangan Pemerintah Pilih Desa Lamu Jadi Lokasi KNMP
- 25 Jan 2026 15:48 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah daerah mengungkapkan alasan Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, dipilih sebagai lokasi pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut dilakukan melalui proses pengusulan yang mengacu pada sejumlah persyaratan dari pemerintah pusat. Desa Lamu dinilai paling siap dibandingkan desa pesisir lainnya,Ahad 25 Januari 2026.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, Marlian Mohamad mengatakan, saat proses pengusulan lokasi yang dilakukan pada tahun 2025, hanya Desa Lamu yang memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Informasi terkait program KNMP sebelumnya telah disampaikan kepada seluruh kepala desa di wilayah pesisir. Namun, hanya Desa Lamu yang dinilai siap secara administratif dan teknis.
Salah satu syarat utama yang ditetapkan KKP RI adalah ketersediaan lahan minimal seluas satu hektare. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung kampung nelayan. Desa Lamu dinilai memiliki lahan yang strategis, sesuai petunjuk teknis KKP, serta berstatus milik pemerintah desa sehingga layak ditetapkan sebagai lokasi pembangunan KNMP tahap dua.
"Mengapa Desa Lamu jadi lokasi program KNMP tahap 2 ini, karena hanya Desa Lamu yang siap. Sebelumnya (saat proses pengusulan) informasi program ini kami sudah sampaikan kepada Kepala-Kepala Desa di daerah pesisir. Namun hanya Desa Lamu yang siap," ungkapnya.
"Desa Lamu memiliki lahan untuk pembangunan KNMP. Itu sesuai juknis dari KKP, luasnya minimal 1 hektar atau lebih. Itu bisa mereka penuhi, lokasinya strategis dan miliki pemerintah desa," tambahnya.
Dalam program KNMP ini, berbagai sarana dan prasarana akan dibangun untuk mendukung aktivitas nelayan di Desa Lamu. Infrastruktur utama yang akan dikerjakan meliputi selter pendaratan ikan, tambatan perahu, gudang beku, serta pabrik es. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tangkapan nelayan. Selain infrastruktur utama, pemerintah juga akan membangun sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Fasilitas tersebut antara lain kios perbengkelan, kantor Koperasi Desa Merah Putih, tangki air bersih, hingga fasilitas pembuangan sampah. Seluruh pembangunan ini dirancang untuk mendukung pengelolaan kampung nelayan secara terpadu dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian pembangunan ditargetkan dapat rampung dalam waktu enam bulan ke depan. Saat ini, pembangunan selter pendaratan ikan telah memasuki tahap pekerjaan. Tahapan tersebut dilakukan setelah pelaksanaan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya Program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lamu.
"Selain pembangunan sarana fisik, dalam program ini juga para nelayan akan menerima berbagai bantuan alat penangkapan ikan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....