Menhub Dudy Koordinasi Kesiapan Angkutan Lebaran 2025
- 08 Mar 2025 14:53 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 2025 dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Lutfhi di Kantor Gubernur Jateng, Semarang. Pertemuan ini dilakukan sebagai langkah persiapan menyambut pergerakan pemudik yang diprediksi akan meningkat pada Lebaran 2025. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub bersama Badan Litbang Kompas, Jateng diperkirakan menjadi salah satu daerah dengan potensi pergerakan pemudik terbesar.
Survei tersebut memproyeksikan bahwa selama libur Lebaran 2025, jumlah pergerakan pemudik diprediksi mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia, setara dengan 146,48 juta jiwa. Jawa Tengah diperkirakan menempati posisi pertama dengan 25% dari total pergerakan pemudik tersebut.
"Kemenhub dan Pemprov Jateng terus berkolaborasi dan bekerja sama dalam berbagai hal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, utamanya dalam rangka persiapan angkutan Lebaran 2025. Kami berharap masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, selamat, dan terkendali," kata Menhub Dudy.
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam koordinasi ini antara lain masalah pasar tumpah, kepadatan di lokasi wisata, dan perlintasan sebidang. Terkait pasar tumpah, Menhub Dudy menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan pendalaman terkait persebaran dan potensi pasar tumpah yang dapat menyebabkan kemacetan, terutama pada jalur mudik arteri di Jateng. Berdasarkan data historis, terdapat sekitar 12 pasar tumpah yang dapat mempengaruhi kelancaran arus mudik pada periode 26 - 29 Maret 2025. Oleh karena itu, Kemenhub mengusulkan koordinasi terkait pengaturan waktu operasi pasar serta pengendalian kendaraan tradisional.
Terkait kepadatan di lokasi wisata, Menhub Dudy mengingatkan bahwa beberapa lokasi wisata di Jateng, seperti Borobudur, Prambanan, Dieng, Pantai Karang Indah, dan Pantai Karang Jahe, berpotensi dipadati pengunjung. Untuk itu, Kemenhub meminta sinergi dengan Pemprov Jateng dalam mengatur lalu lintas wisatawan, meningkatkan penyampaian informasi, menyediakan area parkir, menambah fasilitas peristirahatan, dan menyiapkan posko kesehatan dan keamanan.
Selain itu, Menhub Dudy juga menyoroti 839 perlintasan sebidang di Jateng yang memerlukan perhatian khusus untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub Dudy juga menekankan pentingnya kesiapan posko angkutan Lebaran dan mudik gratis, peningkatan akses dan layanan angkutan feeder, serta pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Penyediaan informasi mudik serta sosialisasi keselamatan perjalanan juga menjadi prioritas.
Gubernur Jateng, Ahmad Lutfhi, menyambut baik langkah koordinasi tersebut dan menyatakan kesiapan Jateng dalam menerima arus mudik Lebaran. "Pemprov Jateng siap untuk menerima arus mudik, baik melalui jalan tol nasional Trans Jawa, Pantura, jalur tengah, jalur Selatan, hingga jalur Selatan Selatan. Semua jalur sudah siap untuk dilalui pemudik," ujar Lutfhi.
Setelah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jateng, Menhub Dudy melanjutkan kegiatan dengan meninjau kesiapan angkutan Lebaran di Terminal Tingkir, Salatiga. Dalam tinjauan ini, Menhub Dudy mengecek sarana dan prasarana terminal dalam menghadapi lonjakan pemudik Lebaran dan berbincang dengan masyarakat pengguna bus untuk mendapatkan masukan terkait pelayanan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarmo, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jateng.