JNE Trucking Dukung Pengembangan Bisnis Fitnes di Pinggiran Semarang
- 25 Jun 2024 22:05 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Sebagai penyedia jasa pengiriman terpopuler di Indonesia, JNE yang sudah beroperasi sejak 33 tahun silam memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan bisnis J17 Fitnes di Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Semarang. Dua kali membeli peralatan fitnes baru, layanan JNE Cargo atau dikenal JNE Trucking (JRT) menjadi pilihan karena pengiriman barang terbukti cepat, biayanya ekonomis, dan kiriman paket bisa mendarat di lokasi tujuan secara aman, tanpa kerusakan sedikitpun. Berikut laporan wartawan rri.co.id, Royce Wijaya Setya Putra.
AGUSTUS tahun 2023 menjadi bulan bersejarah bagi perkembangan usaha J17 Fitnes Semarang yang telah berdiri selama 17 tahun. Pusat kebugaran yang didirikan sejak November 2006 oleh Monica (43) di jl Merbau Raya, Banyumanik, Semarang, berbenah dan mempercantik lokasi usahanya.
Bukan hanya mengecat ulang peralatan fitnes, namun pemilik usaha juga menambah koleksi alat baru untuk menarik konsumen. Dukungan alat baru diharapkan membuat bisnisnya semakin produktif, konsumen juga makin betah berlatih karena bisa menambah variasi latihan untuk mewujudkan tubuh ideal.
Monica mengatakan, dua alat fitnes baru yang dibeli secara online lewat marketplace, yaitu Smith Functional Trainer BM-2080 serta Sit Up Bench - Dumbbell Gym. Ia memilih layanan pengiriman barang pakai JNE Trucking, karena ongkos kirimnya paling ekonomis.
"Khususnya Smith Functional Trainer dengan berat 160 kilogram, alat fitnes multifungsi seharga Rp 11,5 juta ini saya beli dari sebuah toko di Kota Surabaya. Saya pilih biaya pengiriman paling murah pakai kargo JNE dengan biayanya Rp 710.501, sempat was-was barang yang dikirim rusak, penyok, atau lecet saat perjalanan kirim ke Semarang," ujarnya ditemui di Semarang, Selasa (25/6/2024).
Sebab, baru kali itulah dirinya memesan secara online alat fitnes Smith Functional Trainer, dengan spesifikasi panjang 165cm, lebar 120cm, dan tinggi 230cm pada hari Jumat (4/8/2023) jam 18.19 WIB. Lima hari berselang, ia merasa bahagia karena alat fitnes yang didambakan sejak lama, tiba ditempat usahanya, dekat Rumah Sakit Wongso Negoro (RSWN) Semarang, Rabu (9/8/2023) jam 11.09 WIB.
Setelah kendaraan JNE Trucking parkir berhenti di depan lokasi usahanya, dua pegawai jasa pengiriman secara hati-hati dan perlahan menurunkan komponen alat fitnes yang terpisah menjadi tiga bagian (tiga koli). Alat yang dibalut dengan plastik putih ini terbungkus dalam kardus dan tersegel dengan perekat isolasi.
"Kekhawatiran itu lenyap, bersyukur komponen alat fitnes berikut buku panduannya terkirim lengkap, ada alat katrol, sekrup, mur, baut, dan kunci L dengan jumlah sesuai ketentuan. Review (ulasannya-red) bintang lima, tidak ada yang rusak, tanpa ada lecet atau penyok, setelah dirangkai langsung digunakan anggota fitnes kami," kata istri dari Setya (44) tersebut.
Beli Alat Fitnes, Pilihannya Kargo JNE
Mengetahui layanan JNE Trucking baik dan aman, pihaknya lalu membeli Sit Up Bench - Dumbbell Gym seharga Rp 810.000, secara online di toko lain asal Surabaya, Sabtu (19/8/2023) jam 18.45 WIB. Pilihan layanan pengiriman tetap sama yaitu kargo JNE dengan biayanya senilai Rp 56.501, kursi fitnes yang dibeli untuk melengkapi alat Smith Functional Trainer itu tiba lebih cepat, tepatnya Rabu (23/8/2023) jam 6.19 WIB.
Monica menjelaskan, lokasi fitnesnya itu berada dipinggiran Kota Semarang, terpaut hanya sekitar dua kilometer dari perbatasan Kabupaten Demak. Setiap hari, fitnesnya bisa dikunjungi sekitar 50 orang, mereka merupakan warga Kota Semarang dan Pucanggading, Kabupaten Demak.
Menurut dia, biaya sekali datang atau latihannya terbilang masih murah Rp 8.000/ orang, sedangkan member bulanan Rp 80 ribu. Sebelum menempati lokasi di Mangunharjo, ia menjelaskan, fitnesnya pernah berpindah tempat kontrakan sebanyak tiga kali yaitu di Kecamatan Banyumanik, tepatnya di jalan Merbau Raya (satu lokasi), dan jalan Sukun Raya (dua lokasi berbeda).
Alat fitnesnya yang dibuat alm Mardi, mantan binaragawan nasional asal Jateng itu awalnya dikonsep warna putih. Namun setelah ada pembenahan dan penambahan koleksi alat baru, kini berubah dengan didominasi warna biru langit.
"Karena dibuat mantan atlet binaraga, almarhum mas Mardi (kini meninggal-red), kualitas alat fitnes kami sebenarnya sudah bisa bersaing sejak awal buka usaha. Besi alatnya cukup tebal, kokok, dan nyaman dipakai oleh penggunanya, serta stik bench press standar yang digunakan atlet di pusat kebugaran KONI Jateng," ungkap ibu dua anak tersebut.
Beberapa alat fitnes koleksinya, seperti halnya mesin bench press, decline press, incline press, leg press, trimmer, back up, sit up, captain chairs, lat pull down, dan cable row. Kemudian, ada T-Bar row, lex extention, leg curl, cable crossover, butterfly, orbitrack, dan tricep extension.

Di sisi lain, member J17 Fitnes, Susilo (34) mengaku sudah lama berlatih di lokasi fitnes langganannya ini, bahkan sejak saat masih kontrak di jl Sukun Raya, Semarang. Parkir motor dan mobilnya memadai, lokasinya tenang karena jauh dari jalan raya, hanya sekarang sudah tidak ada aerobik lagi, karena lebih terbatas tempatnya.
"Pengelolanya ramah, latihan di J17 Fitnes juga layaknya rumah sendiri karena bisa memutar lagu pilihan sendiri, dengan sound systems yang suaranya powerfull. Adanya alat baru ini semakin menambah layanan bagi konsumen, kini koleksi peralatan fitnesnya juga sudah lengkap," jelasnya.
Gudang JNE Madukoro Tempat Penyortiran
Sementara itu, Marketing JNE Kantor Cabang Utama Semarang, Ivan mengatakan, selalu mengutamakan pelayanan terbaik terhadap konsumennya, termasuk pengelola J17 Fitnes yang mempercayakan JRT sebagai jasa pengiriman pembelian alat fitnes baru. "Terkait JNE Trucking ini, jika konsumen beli di Surabaya nanti akan dibongkar dan disortir ke gudang JNE di jalan Madukoro, Semarang Barat terlebih dulu," ujarnya.
Menurut dia, alat fitnes milik konsumen itu lalu dibawa ke Kantor JNE Cabang Utama Semarang di jl Kumudasmoro Tengah Raya Nomor 5 Semarang Barat. Selanjutnya, barang JNE Trucking itu langsung dikirim kurir ke tempat konsumennya.
Ia mengatakan, JRT ini solusi pengiriman andalan jumlah besar, dengan menggunakan moda transportasi darat (truk) dan laut antar kota / wilayah. Layanan dokumen atau paket minimal 10kg ini tarifnya lebih ekonomis, sesuai ongkos kirim kota tujuan.
Jika alat fitnes beratnya hanya 160kg, kata dia, JNE tidak akan mengenakan surcharge atau biaya tambahan pengirimannya. JRT ini bagian dari produk JNE Express.
Pantauan rri.co.id, Selasa (25/6/2024), Kantor JNE Cabang Utama tampak ramai konsumen yang hendak mengirimkan barang. Mereka yang naik motor atau mobil, silih berganti berdatangan untuk mengirimkan paket ke JNE.
Selain JRT, layanan produk JNE Express ialah Paket Reguler, Yes, Oke, Super Speed, Diplomat, International Express, dan Jesika. "Paket Reguler ini layanan pengiriman ke seluruh Indonesia, dengan waktu penyampaian sesuai estimasi waktu pengantaran yang telah diberikan," jelas Ivan.
Untuk Peket Yes, kata dia, itu pengiriman dengan waktu penyampaian di tujuan esok hari, paling lambat pukul 23.59 (waktu setempat). Paket ini hanya ada dengan tujuan kota besar, dan berlaku garansi uang kembali.
Dia mengemukakan, paket Oke ini layanan pengiriman dengan tarif ekonomis ke seluruh Indonesia, sedangkan lamanya satu hingga tiga hari. Adapun, paket Super Speed ini layanan pengiriman dengan mengutamakan kecepatan dan penyampaian sesuai kesepakatan waktu.
"Maksimal 24 jam, sejak penjemputan paket oleh kurir, dan hanya melayani tujuan kota besar," tandasnya. Untuk Paket Diplomat, ini layanan pengiriman yang dibawa langsung petugas JNE, dengan mengutamakan kepastian, keamanan, dan kecepatan kiriman.
Adapun, paket International Express, itu layanan pengiriman dengan tujuan keluar negeri. Untuk paket Jesika ini layanan penjemputan Air Susu Ibu (ASI) dari tempat aktivitas hingga pengantaran ke tempat tujuan, dan hanya tersedia hari Senin- Jumat untuk wilayah penjemputan dan pengantaran Jabodetabek.
Mayoritas Konsumen Gunakan JNE Trucking
Khususnya Kantor JNE Cabang Utama Semarang, kata Ivan, layanan konsumen mayoritas atau 50 persen pakai JNE Trucking. Mereka mengirimkan paket perangkat elektronik, seperti televisi, kulkas, selain itu juga ada motor baru dan bekas, serta kendaraan listrik.
"Konsumen yang menggunakan layanan reguler di kantor ini (JNE Cabang Utama-red) hanya sekitar 30 persen, sisanya paket Yes dan lainnya. Konsumen yang menggunakan paket ini seperti halnya penjual pernah-pernik gelang, kalung, serta handphone," ungkapnya.
Dikutip dari data pada laman perusahaan, JNE atau PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir sudah beroperasi selama 33 tahun, tepatnya didirikan sejak 26 November 1990. JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan/ impor kiriman barang/ dokumen, serta pengantaran dari luar negeri ke Indonesia.
JNE salah satu perusahaan ekspedisi barang terbesar di Indonesia, berkat jaringan dan jangkauan area distribusinya yang mencakup 83.000 kota, kabupaten, dan pulau terluar. Adapun, gerai penjualan berjumlah lebih dari 8.000 titik dan mempekerjakan lebih dari 50 ribu karyawan.
Menurut Ivan, inovasi terus dilakukan JNE, dengan terobosannya menggandeng 75 agen yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Semarang. "Dengan adanya 75 agen di Kota Semarang, JNE ingin memperluas pelayanan sekaligus mendekatkan diri dengan konsumen," ujarnya.
Di tingkat agen JNE, kata dia, pembukaan jam layanan disesuaikan dengan jadwalnya masing-masing. Namun, khusus di JNE Kantor Cabang Utama jalan Kumudasmoro dan Kantor Perwakilan JNE Semarang di jalan Kiai Saleh, layanan operasionalnya 24 jam nonstop.
Tak hanya fokus berbisnis jasa pengiriman barang, pihaknya menegaskan, JNE juga memiliki semangat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor UMKM. Seperti halnya di Kantor Perwakilan JNE di jalan Kiai Saleh, Semarang, ada display produk UMKM seperti kerajinan kaligrafi, minuman herbal, makanan ringan, serta tas rajut.
"Kami menyediakan rak untuk tempat titipan produk UMKM, lengkap dengan alat pembayaran QRIS milik pelaku usahanya. Jadi, ketika ada pembeli bisa langsung bayar lewat QRIS, dan masuk ke rekening pelaku UMKM-nya, itu bentuk dukungan kami terhadap pengembangan bisnis UMKM," jelasnya.
Selain itu, JNE dalam meningkatkan layanan kepada konsumen juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa online marketplace. Seperti di antaranya Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....