Makna Kelapa Setiap Acara Tradisi Suku Bugis Makassar

  • 10 Jun 2024 11:38 WIB
  •  Makassar

Tradisi Suku bugis makassar sangat kental dengan berbagai perlengkapan yang memiliki arti dan makna filosofi seperti kelapa kerap hadir di berbagai acara tradisi di bugis makassar, acara khitanan, acara siraman, acara aqiqah, acara tujuh bulanan ibu hamil, pernikahan, acara antama balla , mappatettong bola dan lain sebagainya.

Tanaman kelapa memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena hampir semua bagiannya memiliki manfaat ekonomi. Bagian terpenting dari tanaman kelapa terdapat pada bagian
buahnya. Daging buah kelapa dapat dikonsumsi secara langsung sebagai makanan atau dijadikan bahan baku bagi pengolahan produk minyak rumahan (minyak goreng).


salah satu tradisi Prosesi syukuran aqiqahan di bugis Makassar terlihat perbedaan persyaratan bagi bayi yang masih keluarga bangsawan dengan gelar; karaeng, andi, atau daeng, dengan masyarakat biasa. Sebagai anak yang masih memiliki darah bangsawan suku Makassar, ia diwajibkan untuk menyediakan 29 bibit kelapa. Dalam acara akikahan tersebut, bibit kelapa dihias dengan indah dan ditaruh dalam kamar bayi.

Penanaman kelapa ini merupakan upaya agar bayi yang baru lahir telah dipersiapkan sebagian dari kebutuhan hidupnya. Kelapa, buah yang bermanfaat dari akar sampai ujung daun tersebut akan berbuah ketika bayi sudah menginjak remaja yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan hidupnya.

Terdapat pesan moral yang penting bahwa segala sesuatu telah dipersiapkan bagi kehidupan bayi dalam perspektif jangka panjang dan tidak merusak alam.

Selain itu disediakan pula sebuah kelapa muda yang dibuka dan airnya digunakan untuk membasahi gunting guna memotong rambut sang bayi. Kelapa muda melambangkan sebuah kesegaran, kemudahan, dan kesehatan yang diharapkan selalu menyertai kehidupan anak yang dilahirkan tersebut.

Bahan ritual Mappatettong bola salah satunya kelapa artinya dalam bahasa bugis disebut malunra yang artinya kedamaian dan kemakmuran. Simbol kelapa (kaluku) yang terdapat dalam prosesi appassili tujuh bulanan Secara umum, makna yang terkandung adalah untuk memperoleh keselamatan, rezeki, terhindar dari bahaya/kesialan, kehidupan yang baik dan kemakmuran dalam keluarga. masih banyak lagi setiap proses tradisi di bugis makassar yang menggunakan kelapa sebagai salah satu bahan ritual acara tradisi.


Kelapa adalah tanaman serbaguna karena setiap bagian tanaman bermanfaat bagi manusia, sehingga di beberapa wilayah banyak penduduk menggantungkan hidupnya pada tanaman kelapa sebagai sumber makanan, minuman, bahan bangunan rumah, obat-obatan, dan kerajinan tangan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....