BRI SENYUM Mugas Layani Gadai Jam Hingga Laptop

  • 26 Apr 2024 20:01 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kerja Sentra Layanan Ultra Mikro (Uker SENYUM) Mugas, jalan Menteri Supeno 2 Semarang, semakin familier dengan layanan gadai emas, non emas, termasuk cicil emas. Terbukti, nasabah BRI maupun masyarakat banyak melakukan transaksi layanan Pegadaian di BRI SENYUM Mugas. Berikut laporan wartawan rri.co.id, Royce Wijaya.

BELASAN nasabah tampak memadati kantor BRI Uker SENYUM Mugas, Jumat (26/4/2024) sekitar jam 13.30 WIB. Mereka mengantre layanan kasir untuk transaksi setor dan tarik tunai, ada juga antre customer service BRI untuk konsultasi pembuatan aplikasi BRImo.

Pada sisi kanan petugas customer service, terlihat Penaksir atau Pengelola Pegadaian Cabang Depok, Francisco Gilang Patrio sedang melayani nasabah yang menanyakan layanan gadai. BRI Mugas bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuka layanan bersama dengan konsep co-location SENYUM.

Konsep yang terbentuk sejak awal tahun 2022 ini sasarannya memberi layanan bersama buat ekosistem ultra mikro. Baik BRI, Pegadaian, maupun PNM yang tergabung dalam satu grup perusahaan, telah memiliki kewenangan yang berbeda-beda dalam konsep co-location tesebut, sehingga tidak saling tumpang tindah dalam pemasaran produknya.

Selepas libur Lebaran, kata Gilang, sudah banyak nasabah yang melakukan transaksi gadai non emas, seperti telepon seluler, laptop hingga jam tangan Fossil. Mereka melakukan transaksi gadai, dengan beragam alasan seperti menambah modal usaha atau membayar uang sekolah anaknya.


Gadaikan Laptop untuk Modal Bisnis Sayuran

"Ada mahasiswi yang sudah lulus kuliah dan menjalankan bisnis jualan sayur, karena membutuhkan modal usaha lalu melakukan transaksi gadai non emas. Nasabah itu menggadaikan laptop Mac Book Air 2020 yang harga terbarunya bisa Rp 20 juta, tapi yang bersangkutan disetujui pinjamannya senilai Rp 5 juta," ujarnya.

Menurut dia, nasabahnya juga ada yang menggadaikan telepon seluler Iphone seharga Rp 10 juta, dengan nilai pinjaman Rp 5 juta. "Dalam sistem gadai ini, ketika nasabah tidak menebus barangnya, maka akan dikenakan sewa modal (bunga-red) tiap bulannya sesuai ketentuan," ujarnya.

Gilang mengatakan, usai Lebaran ada nasabah yang menabung emas sebesar Rp 50 juta, mereka tidak mendapatkan fisik emasnya, tapi akan menerima keuntungan saat mencairkan tabungan karena harga emas semakin lama akan naik. Ada juga yang ikut program cicil emas 10 gram selama setahun, di mana setiap bulannya nasabah itu akan memberikan cicilan sekitar Rp 1 jutaan.

Nasabah Pegadaian di BRI SENYUM Mugas, Tessa (24) mengaku membutuhkan modal untuk bisnis sayuran yang dinilai potensial dikembangkan. "Keberadaan Pegadaian sangat membantu, saya menggadaikan laptop untuk modal usaha membeli sayuran di Bandungan, Kabupaten Semarang, lalu sayuran itu saya jual ke kios-kios belanja di Kota Semarang," ujarnya.


Pencairan Gadai Masuk Rekening BRI

Berdasarkan data BRI Uker SENYUM Mugas, omzet gadai emas sejak terbentuk co-location hingga 20 Maret 2024 mencapai Rp 507.760.000, gadai non emas Rp 65.000.000, sedangkan cicil emasnya Rp 125.669.000. Sementara, Pimpinan Cabang BRI Semarang Pattimura, Erwin Nur Himawan menjelaskan, keberadaan layanan Pegadaian pada kantor BRI terus disosialisasikan para mantri bank.

"Kolaborasi dengan Pegadaian terus ditingkatkan, yang sudah berjalan saat ini adalah pencairan gadai langsung masuk ke rekening simpanan BRI. Prospek layanan Pegadaian di BRI Mugas juga bagian kolaborasi sinergis sebagai bagian pekerja BRI Group," ujarnya kepada rri.co.id, Jumat (26/4/2024).

Menurut dia, nasabah gadai yang belum punya rekening BRI, akan dibuatkan Simpedes UMi (Ultra Mikro) karena memang menjadi salah satu syaratnya. Rekening Simpedes Umi ini tanpa minimal saldo mengendap, nasabah bebas biaya administrasi walau mendapat kartu ATM, serta pembukaan rekeningnya gratis.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....