Kopi Arabika Gayo dan Percepatan Pembangunan Daerah

  • 22 Nov 2023 14:49 WIB
  •  Takengon

KBRN Takengon : Kopi Arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan di Indonesia. Secara spesifik, kemudian komoditi perkebunan ini menjadi komoditi utama dan unggulan di dua kabupaten yang berada di Dataran Tinggi Gayo yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Luas areal pertanaman kopi arabika di kedua daerah ini mencapai lebih dari 120.000 hektar, dengan produksi per tahun mencapai lebih dari 200.000 ton. Komoditi perkebunan ini kemudian menjelma menjadi “soko guru” alias penopang utama perekonomian di daerah dengan topografi pegunungan berhawa sejuk ini.

Kopi organik merupakan kopi yang diproduksi dengan menganut pada paham pertanian yang berkelanjutan. Dalam budidaya organik aspek-aspek pelestarian sumberdaya alam, keamanan lingkungan dari senyawa-senyawa pencemar, keamanan hasil panen bagi kesehatan manusia serta nilai gizinya sangat diperhatikan. Di samping itu dalam budidaya kopi organik aspek sosial ekonomi juga menjadi perhatian utama.

Jadi, tidak seperti anggapan masyarakat selama ini bahwa kopi organik adalah budidaya kopi tanpa pestisida, pupuk buatan dan tanpa pemeliharaan sama sekali. Justru, pada budidaya kopi organik jauh lebih banyak aspek yang harus diperhatikan.

Kopi organik hanya dapat diproduksi pada kondisi sumber daya lahan yang tingkat kesuburan tanahnya tinggi, curah hujannya cukup serta daya dukung lingkungannya tinggi.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman kopi dilakukan dengan mempergunakan sistem pengedalian terpadu dengan mengutamakan pengendalian secara hayati. Jamur Beauveria bassiana dapat dipergunakan untuk mengendalikan hama bubuk buah kopi, Trichoderma sp. untuk pengendalian jamur akar kopi. Selain itu ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) dapat dimanfaatkan sebagai pestisida botani.

Penanganan pasca panen kopi organik memerlukan kecermatan agar sesuai dengan ketentuan standar mutu biji kopi. Dalam menghasilkan kopi organik yang lebih penting untuk diperhatikan adalah adanya saling menguntungkan antara produsen/petani, pengolah (prosesor) dan pedagang (eksportir).

Satu-satunya Provinsi yang telah mengekspor kopi organik adalah daerah yang berada di Dataran Tinggi Gayo) . Premium yang diperoleh oleh kopi organik berkisar antara 20 - 70,5 persen, yang merupakan persentasi tertinggi dari seluruh penghasil kopi dunia. Hal ini tentu akan membuat kopi organik yang dihasilan petani Gayo akan semakin dikenal di dunia dan harganya di pasaran dunia akan tetap tinggi. Harapan kita fenomena ini juga akan berdampak kepada peningkatan kesejahteran petani kopi di Dataran Tinggi Gayo tercinta ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....