Makam Mbah Depok, Dipercaya Warga Keramat

  • 17 Nov 2023 20:27 WIB
  •  Semarang

KBRN, Demak: Makam Mbah Depok di Dukuh Wadean Kidul, Desa Kramat, Dempet, dipercaya masyarakat setempat keramat. Warga sekitar dan para peziarah menganggap makam tersebut memiliki petuah.

Peziarah kebanyakan berkunjung ke Makam Mbah Depok ketika malam Jum'at. Mbah Depok bagi warga sekitar dikenal merupakan tokoh ulama yang sakti mandraguna.

Hingga meninggal, warga percaya kesaktiannya dapat diwarisi keturunan-keturunan Kerajaan Majapahit. Juru Kunci Makam, Sukarno menjelaskan, sejarah Mbah Depok tidak ada di dalam arsip dan cerita tentang beliau tersebar di masyarakat hanya mulut ke mulut.

Bahkan, ada sebagian masyarakat yang sengaja menyembunyikan siapa sebenarnya sosok Mbah Depok. Masyarakat juga tidak ada yang tau nama asli Mbah Depok.

"Beliau merupakan keturunan Kerajaan Majapahit yang datang ke Desa Kramat untuk melakukan syiar agama islam. Mbah Depok dan pengikutnya awalnya hanya mengungsi di Desa Kramat. Kita tidak bisa menceritakan banyak tentang beliau karena menjaga kerahasian identitas siapa sebenarnya Mbah Depok," jelas Sukarno, saat ditemui, Jumat (17/11/2023).

Makam Mbah Depok dikeramatkan warga Desa Kramat, tutur Sukarno, sudah puluhan tahun lalu. Tak heran, peziarah asal Demak dan daerah lainnya, Semarang, Kudus, serta Jepara setiap malam Jum'at banyak yang mendatangi makam untuk berziarah sambil melakukan ritual. Sebagian percaya mendapatkan ilmu kesaktian setelah ritual di makam Mbah Depok.

Peziarah saat ritual di makam biasanya semalaman sampai menginap hingga pagi. Banyak peziarah mempercayai hajatnya terwujud. Namun, umumnya peziarah datang jauh-jauh dari luar kota karena ingin memiliki kesaktian seperti Mbah Depok.

"Makam Mbah Depok dipercaya keramat karena dahulu banyak warga sini punya ilmu seperti yang dimiliki beliau yang terkenal sakti. Akhirnya, ada banyak peziarah luar kota juga berkunjung untuk ziarah. Setelah ziarah di makam beliau, para peziarah bilang mimpi ditemui Mbah Depok. Ya, seperti mendapatkan wasiat dapat ilmu kesaktian," tuturnya.

Di area makam terdapat petilasan, bangunan pendopo, dan sebuah mushola. Komplek makam ada tiga buah makam, yaitu makam Mbah Depok, istri, dan pengawalnya.

Sukarno mengatakan, dikenal dengan nama Mbah Depok karena beliau semasa hidupnya suka duduk berjongkok. Kesehariannya mencari ikan di semacam embung dekat area makam yang dahulu merupakan padepokan beliau.

"Hobi beliau memancing di kolam dekat dengan makam (sekarang). Ketika memancing pasti kan jongkok. Beliau kuat jongkok pagi hingga sore sehingga dijuluki nenek moyang leluhur desa dengan panggilan Mbah Depok, bahasa jawanya, "deprok" atau jongkok," cerita Sukarno.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....