Langit Masih Gelap, Giri Jalani Debut Hapsak di Lubang Buaya

  • 01 Okt 2026 16:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arundaya Giri, siswa kelas 10 SMAN 113 Lubang Buaya, melakukan debut pertamanya dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila dengan persiapan sejak dini.
  • Siswa tiba di sekolah pukul 04.00 pagi sebelum rombongan berangkat setengah jam kemudian menuju lokasi upacara.
  • Perjalanan singkat mengantarkan Giri tiba tepat pukul 05.00 untuk mengikuti rangkaian persiapan sebelum pelaksanaan upacara.

SAAT langit masih menyimpan sisa gelap, Arundaya Giri sudah bersiap mengejar pagi menuju Lubang Buaya. Siswa kelas 10 SMAN 113 Lubang Buaya itu datang untuk menjalani debut pertamanya dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Giri tiba di sekolah sekitar pukul 04.00 sebelum rombongan bersiap menuju lokasi upacara setengah jam kemudian. Perjalanan singkat itu mengantarnya tiba tepat pukul 05.00 untuk mengikuti rangkaian persiapan sebelum upacara.

Pengalaman tersebut menjadi lembar baru bagi Giri karena tahun ini merupakan pertama kalinya mengikuti Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak). Di tengah suasana pagi yang masih sunyi, kesempatan tersebut mempertemukannya dengan banyak siswa dari sekolah berbeda.

“Untuk saat ini saya mengikuti Hapsak kesempatan pertama kalinya. Saya sekarang duduk di bangku SMA kelas 10,” ujar Giri saat ditemui sebelum berlangsungnya Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.

Bagi Giri, kehadiran dalam peringatan tersebut bukan sekadar datang dan mengikuti rangkaian kegiatan. Pertemuan dengan peserta lain justru membuat pengalaman pertamanya terasa lebih berwarna melalui solidaritas dan kekompakan antarsekolah.

“Rasanya itu senang, saya mendapat banyak pengalaman, terus rasa solidaritasnya itu semakin erat, terus juga menjaga kekompakan antar sekolah. Terus saya juga bisa mengenal banyak-banyak teman dari sekolah lain dan anggota-anggota lain,” kata Giri.

Sebelum mengikuti pelaksanaan upacara, Giri bersama peserta lainnya telah melewati tahap gladi resik pada Rabu sebelumnya. Setelah seluruh persiapan tersebut dilakukan, Kamis menjadi waktu bagi mereka untuk menjalankan rangkaian yang telah dipersiapkan.

“Kalau untuk gladi resik itu pada saat kemarin hari Rabu. Dan untuk sekarangnya itu tinggal pelaksanaannya,” ucap Giri.

Hari Kesaktian Pancasila kemudian membawa Giri pada ruang refleksi tentang bagaimana generasi muda memandang Pancasila. Ia melihat penerapan Pancasila saat ini melalui gerakan para pejabat yang menurut pandangannya semakin baik.

“Untuk saya saat ini melihat Pancasila itu cukup bagus. Dengan cara pejabat-pejabat menggerakkannya itu lebih bagus dari sebelumnya,” ujar Giri.

Pengalaman pertama itu juga menumbuhkan dorongan bagi Giri untuk berani mengambil kesempatan meski hasil akhirnya belum tentu sesuai harapan. Baginya, keberanian mencoba memiliki arti penting karena penyesalan dapat muncul ketika seseorang memilih tidak melangkah.

“Untuk motivasinya itu menurut saya lebih baik kita mencoba tetapi gagal. Daripada menyesal karena belum mencoba,” kata Giri.

Pesan tersebut kemudian ia arahkan kepada generasi muda yang kelak akan melanjutkan perjalanan bangsa. Giri berharap pemuda tetap membawa nilai Pancasila dalam kehidupan masing-masing, bukan sekadar mengenalnya melalui peringatan tahunan.

“Untuk ke depannya harapan saya semoga para pemuda ini bisa menjadi penerus bangsa. Dan tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan dirinya masing-masing,” ucap Giri.

Dari pukul 04.00 hingga tiba di lokasi pukul 05.00, pagi Giri terisi oleh persiapan menuju sebuah pengalaman yang belum pernah ia rasakan. Debut pertama itu akhirnya menjadi ruang baginya mengenal solidaritas, mencoba kesempatan baru, dan memaknai Pancasila sebagai bagian kehidupan pemuda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....