Tiga Pekan Berlatih, Biola Siswa Cibinong Menggema di Lubang Buaya
- 01 Okt 2026 15:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Siswa SMK Negeri 2 Cibinong mempersiapkan penampilan khusus pada acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan mengadakan latihan sejak dini di lokasi Lubang Buaya.
- Muhammad Tahfizh Prince Al Hamdy, seorang siswa kelas 10, berperan sebagai violinist dan concertmaster dalam pertunjukan biola pada acara tersebut.
- Persiapan matang dilakukan melalui gladi bersih sebelum penampilan resmi, menunjukkan komitmen siswa terhadap seni dan nilai-nilai nasional.
KETIKA sebagian orang masih terlelap, para siswa SMK Negeri 2 Cibinong justru bersiap menyambut pagi dengan irama dan disiplin. Dari hotel, mereka bergerak sejak tengah malam menuju Lubang Buaya untuk menyiapkan penampilan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Muhammad Tahfizh Prince Al Hamdy menjadi salah satu siswa yang membawa biola dalam penampilan tersebut sebagai violinist dan concertmaster. Siswa kelas 10 itu tiba sekitar pukul 05.00 dan langsung menjalani latihan setelah sebelumnya mengikuti gladi bersih.
“Kita persiapannya sekitar 3 minggu. Sudah, sudah gladi bersih,” ujar Tahfizh saat ditemui sebelum berlangsungnya Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.
Tiga pekan latihan menjadi perjalanan yang tidak sederhana bagi para siswa karena mereka harus menjaga ketepatan nada sekaligus kekompakan. Tahfizh menyebut proses tersebut menuntut kedisiplinan karena latihan berlangsung setiap hari hingga waktu pulang sekolah menjadi lebih sore.
“Untuk tantangannya bagi saya itu di hal seperti kedisiplinan, dan konsistensi. Kita harus berlatih tiap hari dengan sampai pulang sekolah lebih sore gitu,” kata Tahfizh.
Keseriusan latihan semakin terasa ketika para siswa berhadapan dengan lagu-lagu beraransemen kompleks yang membutuhkan ketelitian dalam setiap bagian. Tahfizh menilai materi tersebut tidak mudah dimainkan secara langsung sehingga para siswa membutuhkan waktu panjang untuk menguasainya bersama.
“Menurut saya banyak yang menantang dan bagi teman-teman yang lain juga mungkin. Lagu-lagunya sangat banyak aransemen yang kompleks dan juga susah untuk digarap secara langsung gitu,” ucap Tahfizh.
Bagi Tahfizh, kesempatan tersebut terasa semakin istimewa karena dirinya baru memasuki kelas 10 ketika mendapat ruang untuk tampil dalam upacara. Rasa syukur dan bangga tumbuh bersamaan dengan pengalaman baru yang mempertemukannya dengan panggung peringatan nasional.
“Rasanya turut bersyukur juga dan bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dan saya merasa sangat senang,” ujar Tahfizh.
Kesempatan memainkan biola dalam upacara itu juga bukanlah awal perjalanan musik Tahfizh karena ia telah mengenal biola sebelum memasuki SMK Negeri 2 Cibinong. Sekolah kemudian memberinya ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut melalui jurusan seni pertunjukan, khususnya seni musik.
Di SMK Negeri 2 Cibinong, kemampuan musik para siswa menjadi bagian dari proses pendidikan melalui jurusan seni pertunjukan dan seni musik. Para siswa yang tampil dalam peringatan tersebut dipilih dari jurusan musik untuk membawa kemampuan mereka ke panggung upacara.
“Oh, karena ini SMK, kebetulan di SMK Negeri 2 Cibinong itu ada jurusan seni pertunjukan, seni musik. Jadi untuk yang ikut dalam acara peringatan Upacara Kesaktian ini, kita diambil dari jurusan musiknya,” kata Tahfizh.
Di tengah denting biola dan rangkaian aransemen yang mereka siapkan, Tahfizh juga mengenakan busana yang disebutnya berasal dari suku Nias. Pilihan busana tersebut menjadi bagian lain dari penampilan yang hadir bersama musik dalam suasana peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Bagi Tahfizh, Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada rangkaian upacara dan penampilan musik yang berlangsung pada pagi itu. Ia memaknai peringatan tersebut sebagai pengingat untuk mengamalkan nilai Pancasila sekaligus menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur.
“Oh, menurut saya makna dari Kesaktian Pancasila sendiri itu adalah kita harus mengayomi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita. Dan juga kita harus ingat dan jangan pernah lupa atas jasa pahlawan-pahlawan yang telah gugur mendahului kita,” ucap Tahfizh.
Dari hotel pada tengah malam hingga latihan setelah matahari mulai menyapa, perjalanan Tahfizh menjadi bagian kecil dari persiapan besar sebuah peringatan. Biola yang ia mainkan kemudian membawa cerita tentang disiplin, proses panjang, dan kebanggaan siswa Cibinong dalam mengisi panggung Hari Kesaktian Pancasila.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....