Menyusuri Jejak Budaya di Jantung Wamena
- 07 Agt 2026 12:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perjalanan menyusuri Wamena memperkenalkan kehidupan masyarakat adat yang tetap mempertahankan tradisi leluhur
- Potensi agrowisata juga menjadi perhatian melalui kopi Wamena dan budidaya nanas di Desa Kumugima
- Ni Luh menegaskan pengembangan pariwisata Wamena harus bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi loka
RRI.CO.ID, Wamena – Udara sejuk pegunungan menyambut setiap langkah menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Di balik bentang alamnya, Wamena menyimpan kekayaan budaya yang masih lestari dan memikat wisatawan dari berbagai negara.
Perjalanan menyusuri Wamena memperkenalkan kehidupan masyarakat adat yang tetap mempertahankan tradisi leluhur. Rumah adat honai, tradisi bakar batu, tarian Papua, dan kerajinan noken menghadirkan pengalaman wisata yang autentik.
Pesona budaya tersebut menarik perhatian Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat berkunjung, Kamis, 6 Agustus 2026. Kunjungan itu menjadi bagian pengembangan destinasi berbasis budaya dan potensi lokal yang bermanfaat bagi masyarakat.
Perjalanan diawali di Desa Wisata Kumugima yang dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Wamena. Wisatawan dapat menyaksikan tradisi bakar batu, pertunjukan tari, serta rumah adat honai yang masih terpelihara.
"Senang sekali ini pertama kalinya saya datang ke Wamena," kata Ni Luh dikutip dalam laman kemenpar.go.id, Jumat, 7 Agustus 2026. Ia juga mengunjungi mumi di Aikima dan mengaku terkesan melihat langsung potensi wisata budaya daerah tersebut.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Desa Aikima yang berada di tengah bentang pegunungan Papua Pegunungan. Di desa itu terdapat mumi Kepala Suku Wirafak Elosak yang diperkirakan telah berusia lebih dari 300 tahun.
Mumi tersebut dipercaya berasal dari masa perang antarsuku berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun. Kini, mumi itu menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang dikenal hingga mancanegara.
Daya tarik Wamena juga terlihat dari tingginya minat wisatawan asing yang datang setiap tahun. Wamenpar bertemu wisatawan asal Italia yang datang setelah berkunjung ke Raja Ampat.
Mereka sengaja melanjutkan perjalanan ke Wamena untuk menikmati budaya Papua dan Festival Budaya Lembah Baliem. Menurut Ni Luh, kondisi itu menunjukkan Wamena semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya.
Selain budaya, Wamena juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang tumbuh dari masyarakat setempat. Hal itu terlihat saat Wamenpar mengunjungi Workshop Noken Street Fashion dan bertemu para perajin.
Potensi agrowisata juga menjadi perhatian melalui kopi Wamena dan budidaya nanas di Desa Kumugima. Keduanya dinilai mampu melengkapi pengalaman wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan mengembangkan lebih banyak daya tarik wisata, kunjungan wisatawan terus meningkat," kata Ni Luh. Ia berharap sektor pariwisata dan agrowisata mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ni Luh menegaskan pengembangan pariwisata Wamena harus bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi lokal. Dengan pendekatan tersebut, Wamena diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....