Sehari Menjadi Junior Miner, Libur Sekolah Penuh Petualangan di JMFF 2026

  • 05 Jul 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • JMFF 2026 menjadi destinasi edukasi keluarga selama libur sekolah dengan konsep bermain sambil belajar tentang dunia pertambangan.
  • Anak-anak antusias mencoba berbagai wahana interaktif, seperti Excavator Real Simulator, Mining Zone, Tunnel Laser, dan Mining Builder.
  • Pengalaman langsung melalui simulasi dan permainan dirancang untuk mengembangkan kreativitas, motorik, kemampuan problem solving, dan mengenalkan proses industri pertambangan.

HELM keselamatan itu tampak sedikit kebesaran di kepalanya. Bocah berusia sekitar lima tahun itu beberapa kali membetulkannya sebelum menggenggam erat joystick simulator excavator. Sesekali ia melirik ke arah ibunya, memastikan masih diperhatikan. Begitu lengan alat berat virtual di depannya mulai bergerak mengikuti arah tangannya, wajah mungilnya langsung berubah. Senyum lebar merekah, disusul sorak kecil penuh bangga.

Di sekelilingnya, anak-anak lain tak kalah antusias. Ada yang berlari memasuki lorong tambang buatan, ada yang sibuk menyusun balok menjadi infrastruktur pertambangan, sementara yang lain menunggu giliran mencoba berbagai wahana dengan mata berbinar. Selama sehari, mereka bukan sekadar pengunjung mal. Mereka adalah "junior miner".

Begitulah suasana hari ketiga Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 di Avenue of the Stars, Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Juli 2026. Libur sekolah kali ini menghadirkan pengalaman yang berbeda. Bermain bukan hanya soal bersenang-senang, tetapi juga menjadi pintu masuk mengenal dunia yang mungkin selama ini hanya mereka lihat di layar televisi atau buku pelajaran.

Di Mining Zone yang dirancang menyerupai area pertambangan bawah tanah, anak-anak menjelajah lorong demi lorong sambil menyelesaikan tantangan. Di Excavator Real Simulator, mereka belajar mengendalikan alat berat dengan penuh konsentrasi. Sementara di Mining Builder, kreativitas mereka diuji melalui permainan membangun berbagai konstruksi.

Semua aktivitas itu dibalut dalam sistem permainan yang membuat anak-anak ingin mencoba seluruh wahana. Setiap tantangan yang berhasil diselesaikan menghasilkan stempel baru, membuat mereka bersemangat menyelesaikan “misi” hingga akhir.

Bagi orang tua, antusiasme itu menjadi pemandangan yang menyenangkan.

Chilla, 33 tahun, warga Jakarta, mengaku datang tanpa ekspektasi tinggi. Namun setelah melihat langsung konsep acaranya, ia merasa pengalaman yang diperoleh anaknya jauh melampaui sekadar hiburan.

"Acaranya free of charge dan dapat goodie bag kalau bisa ngejalanin semua misi. Best banget!" katanya sambil tersenyum.

Weny Ardianti, 37 tahun, dari Depok, juga melihat anaknya menikmati setiap proses permainan.

"Seru banget sehari jadi junior miner. Ngumpulin stamp dengan cobain wahana yang seru bikin anak nggak cuma main, tapi juga belajar sedikit tentang dunia pertambangan," ujarnya.

Meski harus mengantre cukup lama, Yunita, 33 tahun, mengaku penantian itu terbayar ketika melihat putranya akhirnya berhasil mencoba simulator excavator.

"Tadi sempat antre, tapi akhirnya dapat giliran juga. Anaknya senang banget main excavator dan wahana lainnya," katanya.

Yang menarik, JMFF tidak hanya menyediakan ruang eksplorasi bagi anak-anak. Ketika mereka sibuk bermain, para orang tua justru mendapat kesempatan belajar melalui talkshow bersama psikolog dan layanan konsultasi tumbuh kembang anak yang disediakan bekerja sama dengan Dig and Beyond.

Psikolog Ulfa Nurida menilai pengalaman langsung merupakan bagian penting dalam membantu anak menemukan minat dan bakatnya. Menurutnya, anak membutuhkan ruang untuk mencoba banyak hal tanpa tekanan agar dapat mengenali apa yang benar-benar mereka sukai.

"Kalau kita bicara soal minat bakat, itu terkait dengan masa depan mereka. Tapi bagaimana kita sebagai orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi, tetapi tetap terarah," ujarnya.

Bagi Ulfa, pengalaman seperti mengoperasikan simulator, menyelesaikan tantangan, hingga bekerja sama dengan teman sebaya bukan sekadar permainan. Semua itu menjadi proses belajar yang memperkaya pengalaman anak.

"Dengan mereka punya pengalaman langsung, mereka bisa merasakan apakah ini sesuatu yang mereka sukai, tertarik, atau justru terasa sulit," katanya.

Menjelang sore, antrean di depan berbagai wahana belum juga surut. Satu per satu anak keluar sambil membawa kartu misi yang penuh stempel dan goodie bag di tangan. Di wajah mereka tampak rasa puas, seolah baru saja menyelesaikan sebuah petualangan besar.

Mungkin, beberapa tahun lagi mereka tidak akan mengingat setiap detail permainan hari itu. Namun rasa penasaran yang tumbuh ketika pertama kali menggerakkan excavator, menjelajahi lorong tambang, atau menyelesaikan tantangan bersama teman-temannya bisa saja menjadi awal dari mimpi yang lebih besar.

Karena terkadang, cita-cita memang berawal dari sebuah permainan. Dan di JMFF 2026, bermain menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan anak pada dunia yang penuh pengetahuan dan kemungkinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....