Gara-gara Internet, Homestay Lombok jadi Ramai Pengunjung dari Mancanegara
- 23 Apr 2026 13:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jaringan internet membantu hidupkan UMKM sektor pariwisata di Desa Jeruk Manis, Lombok Timur
- Para pelaku UMKM di Desa Jeruk Manis kini bisa 'berjualan' di platform besar untuk memasarkan homestay dan rumah makannya
RRI.CO.ID, Lombok - Denyut jantung perekonomian khususnya sektor pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat, kini sangat kencang. Bagaimana tidak, jaringan internet yang dulu langka, kini menerangi dunia maya di langit Lombok.
Jika dulu masyarakat harus berjibaku untuk dapat sinyal, kini mereka dapat berselancar dengan nyaman. Saking nyamannya, para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sudah bisa 'berjualan' di platform besar dunia.
Rahma Ilma, seorang pelaku UMKM Homestay di Desa Jeruk Manis, Lombok Timur, NTB, terlihat sumringah. Bukan hanya internet yang membuatnya sumringah, tapi juga para turis mancanegara yang menginap lama di homestay-nya.
"Ibu senang, sekarang bisa pakai Google Review (untuk pemasaran dan lihat review). Bersyukur sekali sudah ada internet," ujar Rahma ditemui pada Rabu, 22 April 2026 petang.
Rahma juga tak menyangka karena ada Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Alfreno Kautsar Ramadhan yang hadir di hadapannya. Alfreno menyapa Rahma dengan ramah, hingga mereka larut dalam perbincangan, di tengah gemericik hujan.
"Susahnya karena kita harus menyediakan dana, juga kurang line (jaringan), kurang sekali. Sekarang tamu bisa mengakses kita dari mana saja," ujar Rahma.
Rahma mengaku, internet di Desa Manis sekarang sudah sangat bagus. sinyal cukup kuat. Hal ini tentu sangat membantunya dalam mempromosikan homestay-nya.
"Di sini kualitas internetnya sangat bagus. Semua bisa ibu jual di sini (sambil nunjuk handphone), tinggal (sambil klik layar handphone)," katanya.
Thomas Engelmann, seorang turis dari Jerman, mengaku puas dengan homestay tempatnya menginap. Thomas mengaku akan menginap selama dua pekan lamanya.
"Di sini bagus tempatnya, nyaman, makanan juga enak-enak. Saya bersama teman-teman saya menginap di sini selama dua pekan," kata Thomas kepada RRI.
Kehadiran internet, tidak lantas membuat Rahma menjadi gelap mata dan melampiaskan semua kemauannya. Karena untuk sementara, tujuannya hanya untuk memasarkan homestay dan usaha tempat makannya saja.
"For now, not yet (untuk live streaming film). Absolutely homestay dulu," katanya.
Rahma saat ini hanya ingin menghidupkan usahanya, menduniakan homestay-nya dari sebuah desa kecil bernama Jeruk Manis. Baginya, menduniakan homestay dan usaha tempat makannya jauh lebih penting, dari sekedar hura-ria live streaming film.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....