Tiga Momentum Idulfitri Menurut Abdul Mu’ti, dari Bertemu Ibu hingga Inspirasi Baru

  • 15 Mar 2026 06:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - IDULFITRI tinggal menghitung hari, bagi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah momen ini bukan sekadar perayaan tahunan usai Ramadan. Momen Lebaran baginya memiliki makna pribadi yang menghadirkan kebahagiaan sederhana, terutama saat kembali bertemu keluarga di kampung halaman.

Abdul Mu’ti mengaku setiap Lebaran selalu menantikan momen berkumpul bersama keluarga, khususnya bertemu ibu tercinta. Baginya kebersamaan tersebut tetap menjadi bagian penting yang selalu dirindukan setiap kali Idulfitri tiba.

Mu’ti mengatakan dirinya juga akan mudik Lebaran tahun ini untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Ia berencana berangkat menuju kampung halamannya menggunakan perjalanan darat dengan mobil pribadinya pada Rabu, 18 Maret 2026 mendatang.

Selain bertemu keluarga, ada tiga momentum yang dimaknainya dalam setiap perayaan Idulfitri. Tiga momentum tersebut adalah refreshing, reunian, dan regulation.

“Jadi Idulfitri itu bagi saya ada tiga momen. Pertama itu adalah momen refreshing, kita senang-senang, kita refreshing,” ujarnya kepada awak media di Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta, Sabtu 14 Maret 2026.

Namun, ia menjelaskan momen refreshing bukan hanya sekadar bersenang-senang atau beristirahat dari rutinitas. Menurutnya, yang lebih penting adalah penyegaran secara spiritual sekaligus memperkuat kembali hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar.

“Tapi yang penting adalah spiritual refreshing dan sosial refreshing. Kita menyegarkan spritualitas kita dan juga menyegarkan relasi sosial kita,” ujar Menteri Mu’ti.

Momentum kedua menurutnya adalah reunian, yakni kesempatan bertemu kembali dengan sahabat lama yang jarang ditemui. Pada saat Lebaran, ia biasanya dapat berkumpul dengan teman-teman sekolah maupun kenalan lama yang kini sudah memiliki kehidupan masing-masing.

Saling berbagi cerita, pengalaman, dan tawa menjadi bagian tak terpisahkan dari momen reunian yang selalu dinantikan. “Biasanya kita bersatu kembali, ketemu teman-teman sekolah, teman-teman lama, sebagian teman saya sudah banyak menjadi nenek-nenek, jadi kakek-kakek,” ucapnya sambil tertawa.

Kemudian momentum ketiga adalah regulation, yang menurutnya menghadirkan inspirasi baru setelah merasakan suasana berbeda saat mudik. Ia menilai perjalanan pulang kampung seringkali memberikan gagasan serta semangat baru untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja.

Momentum mudik itu sebagai bagian dari kita mendapatkan inspirasi-inspirasi untuk memperbaiki diri. Memperbaiki kinerja untuk menjadikan sebagai bagian dari tugas pengabdian bagi bangsa dan negara,” kata Menteri asal Kudus, Jawa Tengah tersebut.

Selain momen kebersamaan, Mu’ti juga mengaku selalu merindukan masakan sederhana buatan ibunya. Menu seperti sayur bening, ikan, tahu, tempe, serta sambal menjadi hidangan yang paling ditunggu setiap kali pulang ke rumah.

Meski kini menjabat sebagai menteri, baginya masakan sang ibu tetap terasa istimewa karena dimasak dengan penuh kasih sayang. Ia bahkan menyebut rasa masakan tersebut sulit ditemukan ketika di kota besar dan berada jauh dari rumah.

Menurut Mu’ti, Idulfitri bukan hanya perayaan kemenangan setelah umat Muslim menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Lebih dari itu, hari raya menjadi waktu menyegarkan diri, mempererat silaturahmi, serta memperoleh inspirasi menjalani kehidupan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....