Hangat Ramadan dalam Rindu Anak Rantau

  • 20 Feb 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi Wirda yang kini merantau di Jakarta. Bulan suci ia jalani dengan ritme yang lebih dewasa dan mandiri, jauh dari keluarga.

Jika dulu Ramadan identik dengan bermain bersama teman di kampung halaman, kini suasananya berubah. Hari-harinya diisi dengan pekerjaan serta tanggung jawab sebagai perantau.

Saat ditemui, Wirda tersenyum tipis ketika mengenang masa kecilnya di Pekalongan. Ia mengatakan Ramadan dulu terasa cepat karena diisi aktivitas bermain setelah pulang sekolah.

“Yang paling saya rindukan saat ramadhan masa kecil itu mungkin waktu bermainnya. Jadi ramadannya itu tidak terasa karena kita full bermain seharian setelah pulang sekolah,” ujarnya kepada Pro3 RRI di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Perantau asal Pekalongan bernama Wirda saat menceritakan pengalaman Ramadan masa kecilnya kepada Pro3 RRI di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Kenangan lain yang membekas adalah saat menjalani Ramadan di pondok pesantren. Ia mengingat momen ketika sang ibu menemaninya selama sebulan penuh.

"Sebenarnya seharusnya hanya menjenguk. Tapi karena saat itu saya belum bisa jauh dari orang tua, jadi ibu bela-belain ikut mondok sebulan," ujarnya sambil menahan tangis.

Baginya, kedekatan dengan keluarga membuat Ramadan terasa hangat dan penuh makna. Kini, suasana itu harus ia gantikan dengan kemandirian di ibu kota.

“Kalau di kampung tentunya karena ada orang tua, tiap hari dimasakin, dekat dengan keluarga besar. Tapi kalau di ibu kota, saya harus bekerja dan jauh dari orang tua,” tuturnya.

Meski demikian, Wirda memilih menjalani Ramadan dengan sederhana. Ia berusaha menata hati dan memperbarui niat agar tetap khusyuk beribadah.

Berbeda dengan Wirda, Wahyudi menyambut Ramadan bersama keluarga kecilnya di Jakarta. Dengan mata berbinar, ia bersyukur masih diberi kesempatan bertemu bulan suci dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah kita bersiap dan pertama kita bismillah untuk berusaha supaya kita sehat, kita menyambut Ramadhan dengan senang, gembira. Bersyukur kepada Allah SWT bahwa kita dipertemukan Ramadhan kembali pada tahun ini dalam keadaan sehat, dalam keadaan senang,” ujarnya.

Warga Jakarta bernama Wahyudi saat menceritakan persiapan menyambut Ramadan kepada Pro3 RRI di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Sebagai ayah tiga anak, Wahyudi memiliki cara tersendiri mengenalkan makna puasa. Ia mengajarkan secara bertahap tentang kewajiban dan makna menahan diri tanpa paksaan.

"Kita tidak kasih makan pagi sampai dia merasa lapar, sambil kita kasih pengetahuan dulu sebenarnya kita itu enggak boleh makan. Tapi karena kamu masih kecil, belum punya kewajiban, nanti setelah besar baru punya kewajiban dan enggak boleh makan sampai menjelang mahrib," jelasnya.

Di akhir perbincangan, Wahyudi berharap Ramadan tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Ia ingin keluarganya dapat menjalani ibadah dengan lancar dan penuh keberkahan.

Rekomendasi Berita