Natal di Jantung Kota, Warga Jakarta Merayakan Bersama

  • 27 Des 2025 09:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Gemerlap cahaya Jakarta Light Festival 2025 memadati kawasan Bundaran HI sejak malam menjelang Natal. Arus manusia bergerak perlahan, menyatu dengan cahaya lampu dan denyut kota.

Di bawah terowongan cahaya, pengunjung berhenti sejenak mengabadikan momen. Sorot mata anak-anak memantul lampu warna-warni yang menghiasi malam.

Salah satu warga Tanah Abang, Rio, datang bersama istri dan anak laki-lakinya, menyusuri keramaian tanpa tergesa. Ia dan keluarganya tampak menikmati suasana sebagai liburan sederhana di tengah kota.

“Anak saya senang melihat lampu-lampu, apalagi bisa foto bersama keluarga,” katanya. Rio menilai kebersamaan menjadi bagian terindah dari malam Natal.

Tak jauh dari situ, antrean mengular di pintu keluar MRT dan halte TransJakarta Bundaran HI. Pengunjung tetap tertib menunggu giliran meski ruang semakin padat.

Rina, warga asal Bekasi, merasakan wajah Bundaran HI berbeda dari hari biasa. “Biasanya macet, sekarang cantik dan cocok buat foto,” ujarnya.

Di balik cahaya dan kepadatan, Rina bersama sahabatnya berhenti sejenak untuk berfoto. Mereka mengabadikan momen Natal dengan latar cahaya festival dan gemerlap gedung Ibu Kota.

Di Tengah Arus Manusia, Pengamanan Bekerja Dalam Diam

Antrean penumpang memadati akses keluar MRT Bundaran HI pada malam Jakarta Light Festival 2025, arus manusia bergerak perlahan, dijaga tetap rapi di tengah perayaan yang kian ramai (Foto: RRI/Yusuf Bagus)

Di tengah lautan manusia yang memadati Bundaran HI, pengamanan tampak menyatu dengan denyut perayaan. Personel kepolisian berdiri di titik-titik strategis, mengatur arus pejalan kaki dan kendaraan yang terus berjalan hingga larut malam.

Area pintu keluar masuk MRT dan halte TransJakarta Bundaran HI turut dipenuhi oleh antrean yang berjalan dengan rapi. Petugas dengan sigap mengarahkan langkah, memastikan setiap pengunjung bergerak perlahan namun aman.

Di balik sorot lampu dan sorak pengunjung, mereka bekerja dalam diam, nyaris tak disadari. Tanpa panggung dan tepuk tangan, kehadiran aparat menjaga malam tetap utuh hingga perayaan usai.

Jakarta Light Festival 2025: Christmas Edition tak hanya menghadirkan cahaya dan musik, tetapi juga keteraturan. Panggung hiburan terbuka dijaga hingga larut, dengan aparat memastikan setiap detik perayaan berjalan tertib.

Kehadiran polisi dan petugas transportasi umum, memberi rasa tenang bagi keluarga yang bertahan hingga malam semakin dalam. Di tengah padatnya pengunjung, Bundaran HI tetap terasa aman, hangat, dan penuh kendali.

Perayaan Natal Menyatukan Warga Berbagai Keyakinan

Paduan suara rohani lintas komunitas gereja Jakarta menyanyikan lagu-lagu Natal dengan penuh penghayatan di Bunderan HI (Foto: RRI/Yusuf Bagus)

Sementara itu di bawah cahaya instalasi Bundaran HI, lagu rohani Kristen mengalun dari panggung Jakarta Light Festival 2025. Suara-suara pujian terdengar jelas di tengah kepadatan pengunjung.

Penampilan tersebut dibawakan penyanyi dan paduan suara rohani lintas komunitas gereja Jakarta. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal dengan penuh penghayatan di ruang terbuka.

Menariknya, pengunjung yang berhenti menyaksikan tidak hanya umat Kristen. Warga dari berbagai latar belakang tampak ikut bersorak dan menikmati lantunan lagu.

Sebagian pengunjung merekam penampilan dengan ponsel, sementara lainnya bernyanyi pelan mengikuti irama. Tepuk tangan terdengar setiap lagu berakhir.

Di balik gemerlap lampu warna-warni, musik rohani menjadi ruang perjumpaan lintas keyakinan. Lagu menjembatani perbedaan dalam suasana perayaan bersama.

Jakarta Light Festival malam itu tidak sekadar menampilkan cahaya dekoratif. Festival menjelma simbol kebersamaan di tengah keberagaman ibu kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....