Kisah Inspiratif “Kiswandi” Penjahit Disabilitas

  • 01 Nov 2025 20:15 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Program Ruang Disabilitas di Pro 1 RRI Pontianak edisi Sabtu (1/11/2025), hadir dengan tema “Kisah Inspiratif Penjahit Disabilitas”. Sebagai narasumber yakni, Kiswandi, ketua Nasional Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kota Pontianak yang juga pelaku UMKM yang bergerak di bidang menjahit.

Kisah perjalanan hidupnya yang tidak mudah merupakan inspirasi memacu semangat bagi siapa saja yang mampu melihat potensi bukan kekurangan diri. Berangkat dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, Kiswandi, yang juga merupakan penyandang disabilitas dengan semangat dan kerja keras mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Saya dilahirkan dalam keadaan dan ekonomi yang tidak baik baik. Orang tua saya pedagang, yakni berjualan es, untuk itu saya ingin membahagiakan beliau dan adik-adik saya. Hal ini lah yang menumbuhkan semangat luar biasa dalam diri saya, dengan prinsip jangan minder,” ujarnya.

Kiswandi, bapak enam anak yang memulai usahanya dari tahun 2000 sebagai penjahit ini, ternyata mampu membiayai sekolah anak-anaknya hingga lulus sekolah menengah atas. Selain membiayai keluarganya, ia juga bertekad membesarkan adik dan bisa menyukseskan mereka. Tidak hanya keluarganya, lelaki hebat ini juga membantu sesama penyandang disabilitas lainnya agar maju bersama.

Selama menjalani aktivitasnya, Kiswandi mengaku kesulitan, tapi dengan semangat yang kuat, ia bertekad untuk mandiri. “Kaki layu saya ini tidak bisa apa apa, saya hanya beraktifitas kalau berdiri, jadi kalau duduk, kaki saya tidak bisa digerakkan, tapi masih bisa untuk menekan dynamo sebagai alat bantu jahit,” katanya.

Perjalanan kariernya, awalnya ia terpilih mengikuti pelatihan di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) selama tahun dari Dinas Sosial. Tidak sampai di sini, ia merasa perlu meningkatkan lagi kemampuannya di bidang menjahit.

Satu tahun menimba ilmu di panti tersebut dirasa kurang. Ia kemudian melamar di beberapa garmen, bukan hanya sekadar bekerja, melainkan juga menambah pengetahuannya di bidang menjahit.

“Saya belajar satu tahun, dikirim dari dinas sosial, tapi belum bisa menguasai banyak. Saya punya tekad bisa mandiri. Selesai belajar di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD), tahun 1998 saya mencari pengalaman kerja di beberapa garmen dengan tujuan supaya bisa cepat menjahit, karena sistemnya borongan,” katanya.

Selain bekerja di beberapa garmen, ia juga bekerja di tailor untuk menambah pengalaman terutama mengenai model jahitan pada pakaian. “Saya bekerja lagi di tailor selama 1 tahun untuk menguasai model model untuk menambah pengalaman,” ucapnya.

Sempat membuka usaha jahit di rumah. Uniknya jasa menjahit tersebut pembayarannya melalui cara barter dengan hasil kebun. Meski demikian, ia tetap bersyukur dan menjalaninya.

“Saya buka jasa menjahit di rumah saya, di Siantan. Ada suka duka, yang namanya kita baru buka. Mereka membayar tidak pakai uang, tapi, cara barter. Mereka bayar pakai buah-buahan seperti nanas, ubi, itu kita jalani,” ujarnya.

Dengan ilmu yang dimiliki, Kiswandi juga membuka kursus menjahit gratis bagi penyandang disabilitas. “Saya punya cita-cita supaya bukan hanya saya yang bisa mendapatkan keterampilan seperti ini, saya kepingin kawan-kawan juga bisa. Saya sempat buka kursus menjahit yang saya gratiskan untuk disabilitas,” ujarnya.

Menggeluti bidang menjahit selama 25 tahun, bermodalkan 8 unit mesin jahit, ia sudah memiliki usaha menjahit sendiri. Ia merekrut pekerja dari kalangan disabilitas maupun nondisabilitas yang berjumlah kurang lebih 10 orang.

Kini, Kiswandi selain membuka usaha di tempat tinggalnya, juga menyewa 1 kios usaha jahit di desa Kapur yang ia beri nama “Barokah”. “Di rumah juga buka, karena kecil kita nyewa 1 kios ukuran 3 x 6 di Desa Kapur,” ujarnya.

Terakhir, sebagai motivasi ia berpesan pentingnya optimisme bahwa kita bisa, jauhi perasaan minder, dan tetap percaya diri. “Jangankan kita yang disabilitas kalau minder, yang normal aja kalau minder, maka dia tidak akan bisa maju," katanya.

Baca juga: KND Dukung Pemanfaatan Auditorium RRI untuk Disabilitas

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....