Baru Beroperasi, PT. Polygroup Serap 2.200 Tenaga Kerja

  • 14 Nov 2024 05:30 WIB
  •  Semarang
KBRN, Kendal : PT Polygroup Manufaktur Indonesia di Kawasan Industri Kendal (KIK) melakukan Grand Opening pada Rabu (13/12/2024). Grand Opening perusahaan ini dihadiri Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan.

PT Polygroup memproduksi barang-barang yang terbuat dari plastik. Salah satunya adalah pohon natal buatan, yang merupakan produsen pohon natal buatan terbesar di dunia.

PT Polygroup berkantor pusat di Hongkong, yang mempekerjakan lebih dari 15.000 orang. Perusahaan ini mendistribusikan produk di 50 negara lebih.

Pabrik yang berada di Kendal, selain memproduksi pohon natal buatan. Juga memproduksi hiasan karangan bunga, barang-barang mainan anak-anak yang ditiup, dan kolam renang plastik.

CEO PT Polygroup, Mr. Elmer Cheng mengatakan, PT Polygroup pada tahun 2022 telah membebaskan lebih dari 13 hektar lahan di KIK. Kemudian di tahun 2023 melakukan perluasan lahan 5,7 hektar, sehingga total 18,7 hektar.

Pembangunan pabrik di KIK tergolong sangat cepat, karena dalam waktu satu tahun sudah membangun 10 gedung yang besar-besar. Kemudian mulai produksi di tahun 2024 dan ekspor ke Amerika Serikat di tahun 2024 sebanyak 500 kontainer.

Saat ini jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 2.200 orang. Targetnya di tahun 2025, jumlah tenaga kerja mencapai 6.000 orang, jika perusahaan sudah beroperasi penuh.

Nurul Ichwan mengatakan, berdirinya pabrik ini merupakan salah satu bukti, bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik untuk investasi. Ia mengapresiasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di KIK yang memfasilitasi serta memberikan pelayanan sangat baik, kepada para investor.

"Ini kerja kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Serra kawasan industri, juga manajemen Polygroup," katanya.

Nurul Ichwan mengatakan, pabrik ini merupakan bagian dari hilirisasi industri seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo. Hilirisasi industri di pabrik ini, karena produknya berbahan dasar plastik, termasuk daur ulang plastik.

"Pabrik ini masuk kategori program Asa Cita kelima. Yaitu hilirisasi produk berbasis kekayaan sumberdaya alam Indonesia," ujarnya.

Head of Sales and Marketing PT KIK, Juliani Kusumaningrum mengatakan, jumlah perusahaan yang sudah masuk sebanyak 116 perusahaan. Dari 116 perusahaan, yang sudah beroperasi ada 40 perusahaan, sedangkan perusahaan yang sedang tahap konstruksi ada 29 perusahaan. (faiz)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....