Mitigasi Keselamatan Wisata Jadi Prioritas Travel Fakfak

  • 11 Des 2025 12:11 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : PT Satria Puspa Lestari Tour & Travel terus memperkuat standar keselamatan dalam setiap perjalanan wisata yang mereka jalankan. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan mitigasi risiko sebelum wisatawan melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi alam di Fakfak. Langkah ini menjadi komitmen perusahaan untuk memastikan kegiatan wisata berjalan aman dan nyaman.

Owner PT Satria Puspa Lestari Tour & Travel, Rusdi Purwanto, mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan penilaian formal terkait aspek keselamatan, namun mitigasi awal selalu diterapkan. “Untuk penilaian kita, kita belum melakukan, tapi kita sudah melakukan mitigasi dulu,” ujarnya.

Rusdi menjelaskan, sebelum memulai aktivitas di lapangan, para wisatawan selalu mendapat pengarahan terlebih dahulu. “Saya kalau bawa tamu ke dalam setiap kunjungan wisatawan, kita sampaikan sebelum melakukan turun ke lapangan, ada briefing terlebih dahulu,” katanya. Briefing tersebut berisi penjelasan singkat mengenai kondisi jalur trekking dan medan yang akan dilalui.

Selain itu, wisatawan diwajibkan menjaga kebersihan selama perjalanan. Rusdi menegaskan bahwa sampah tidak boleh dibuang sembarangan. “Kegiatan buang sampah, tidak boleh bawa sembarangan. Masukkan ke kantong, nanti sampai ke tempat sampah baru kita buang,” tegasnya.

Dalam kegiatan wisata seperti tur mangrove atau perjalanan laut, penggunaan perlengkapan keselamatan juga menjadi kewajiban. “Saat melakukan tour mangrove atau melakukan perjalanan tour, harus pakai life jacket. Salah satu itu mitigasi turunan bencana,” jelasnya. Ia menyebut bahwa potensi bencana terbagi dalam tiga kategori, yakni bencana alam, non-alam, dan sosial akibat kelalaian manusia.

Rusdi menambahkan, sebagai penyedia jasa wisata, keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama. “Keselamatan itu sendiri nanti kembali ke kita sebagai tour operator. Penginapan, letaknya seperti bagaimana, jalurnya seperti apa, apakah aman atau berbahaya buat wisatawan, itu harus kita perhitungkan baik-baik,” ungkapnya.

Ia juga menilai pentingnya memperhatikan jarak, kondisi cuaca, hingga potensi risiko di lapangan. “Jarak dari satu ke tempat lain untuk trekking bagaimana, berapa kilometer aman atau tidak. Seandainya untuk menyeberang sungai, ini musim hujan atau kemarau, kita juga harus antisipasi seperti itu,” tutup Rusdi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....