Pengembangan Wisata Mangrove Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Fakfak

  • 04 Des 2025 11:33 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Ketua LSM Kaleka, Iswanto Rojali, menegaskan pentingnya sektor pariwisata bagi perkembangan masyarakat di Fakfak. Ia menjelaskan, wisata bukan hanya menawarkan peluang rekreasi, tetapi turut membuka kesempatan ekonomi bagi warga. “Selain pariwisata menjadi peluang bagi masyarakat untuk menambah ekonomi, di situ juga pariwisata itu secara tidak langsung membantu masyarakat untuk menjaga lingkungannya sendiri,” ujarnya.

Iswanto menilai, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, khususnya terkait mangrove dan aliran air, mulai menurun. Ia menyebutkan bahwa banyak warga kini kurang peduli terhadap keberadaan mangrove yang sebenarnya memiliki potensi besar. Untuk itu, pihaknya bersama PT Satria Puspa Lestari (SPL) berinisiatif mengembangkan wisata susur mangrove sebagai upaya membangkitkan kembali perhatian publik.

Menurutnya, kawasan mangrove memiliki kekayaan hayati yang dapat memberikan pengalaman wisata edukatif. “Di situ banyak hewan, banyak jenis mangrove yang bisa dipelajari, bisa dipotret, bisa dilihat. Dan itu menjadi nilai tambah sebenarnya untuk perjalanan wisata itu sendiri,” ujar Iswanto. Potensi tersebut dinilai mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ekosistem pesisir.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran vital dalam mitigasi bencana. Selain mampu menjaga kawasan dari abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai peredam ombak dan menjadi sumber penghidupan bagi warga pesisir. “Sebenarnya kesadaran-kesadaran itu yang ingin kami timbulkan ke masyarakat,” katanya.

Selain soal mangrove, Iswanto juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata. Ia menilai masalah sampah menjadi perhatian serius yang harus diatasi bersama. “Orang ingin datang berwisata kan harus punya tempat yang bersih. Dengan adanya pariwisata, bisa didorong masyarakat untuk peduli bahwa sampah itu tidak baik untuk wisata itu sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan,pariwisata berpotensi menjadi keunggulan daerah apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, Fakfak memiliki potensi yang tidak kalah dengan daerah lain di Papua Barat maupun Indonesia. “Seperti yang kita lihat di Sorong, terkenal dengan pariwisatanya yang hanya Raja Ampat. Kok Fakfak tidak bisa?” ucapnya.

Iswanto memaparkan, Fakfak memiliki kekayaan alam yang beragam, mulai dari mangrove, pantai, hingga kawasan savana yang luas. Potensi ini, jika digarap maksimal, diyakini dapat menjadi daya tarik wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, dan masyarakat dapat memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan upaya bersama, Iswanto meyakini Fakfak mampu berkembang menjadi destinasi yang dikenal luas dan memberikan manfaat nyata bagi warganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....