Pemda Fakfak Fokus Tingkatkan Keselamatan Pengelola Wisata

  • 09 Okt 2025 11:54 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pengembangan pariwisata di wilayah Fakfak yang memiliki keragaman destinasi. Fakfak dikenal dengan bentang alamnya yang beragam, mulai dari kawasan pesisir dan bawah laut, hingga daerah aliran sungai serta pegunungan yang memiliki karakteristik medan berbeda-beda.

Menurut Ilham, keberagaman tersebut menjadi daya tarik sekaligus tantangan tersendiri dalam mengelola destinasi wisata agar tetap aman dan berkelanjutan. “Pada titik-titik tertentu, kita harus berhati-hati, apalagi pada kondisi cuaca tertentu yang bisa menimbulkan risiko. Maka dari itu, antisipasi harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya dalam penjelasan terkait Kunci Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Fakfak.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2022 hingga 2024, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fakfak telah melaksanakan sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas bagi pelaku wisata di daerah. Salah satu di antaranya adalah kerja sama dengan Basarnas untuk memberikan pelatihan penanganan dan evakuasi awal kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta pengelola destinasi wisata di beberapa titik.

Pelatihan tersebut, kata Ilham, menjadi langkah penting untuk membekali masyarakat dalam menghadapi potensi bencana atau kejadian darurat di kawasan wisata. Selain itu, beberapa perwakilan pemerintah kampung juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut guna memperkuat sinergi antara masyarakat lokal dan pemerintah daerah.

“Cuaca di Fakfak sangat dipengaruhi oleh angin barat dan angin timur. Keduanya berpengaruh besar terhadap ombak dan arus laut di wilayah pesisir. Begitu juga di daerah pegunungan dan aliran sungai, curah hujan tinggi bisa memicu arus deras secara tiba-tiba. Ini yang perlu diantisipasi,” jelas Ilham.

Ia menambahkan, meski sebagian masyarakat di sekitar destinasi wisata sudah memiliki pemahaman terhadap kondisi alam, namun edukasi tetap perlu ditingkatkan, terutama bagi wisatawan yang berkunjung. Kesadaran terhadap potensi bahaya alam, kata Ilham, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

“Bagi para pengunjung, kalau sudah diinformasikan oleh masyarakat setempat atau pengelola destinasi untuk tidak ke suatu titik tertentu, sebaiknya patuhi. Jangan merasa tertantang atau penasaran, karena bisa berisiko bagi keselamatan,” tegasnya.

Ilham menekankan, menghormati kearifan lokal dan memahami kondisi lingkungan di tiap destinasi merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan wisata Fakfak. “Kalau kita berada di suatu tempat, hargailah keadaan alam dan masyarakat di sana. Dengan begitu, pariwisata Fakfak bisa terus berkembang tanpa mengorbankan keselamatan maupun kelestarian alamnya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....