Semmy Lesnusa Dorong Pembinaan Pemain Lokal Persifa Fakfak

  • 31 Mar 2026 10:57 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Juru Bicara Persatuan Sepakbola Indonesia Fakfak (Persifa), Semmy Lesnusa, menyampaikan harapan besar terhadap masa depan klub kebanggaan masyarakat Fakfak yang saat ini berlaga di Liga 4 Regional Papua Barat. Ia menegaskan bahwa Persifa memiliki sejarah panjang dalam kompetisi sepak bola nasional.

Menurut Semmy, Persifa Fakfak sebelumnya pernah berada di level kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Divisi Utama hingga Divisi Satu, sebelum akhirnya turun ke Liga 3 dan kini berada di kasta terendah dalam sistem kompetisi PSSI di tingkat regional Papua Barat.

“Harapan kami yang pertama bahwa Persifa Fakfak ini punya gaung yang besar. Mulai dari Divisi Utama, Divisi Satu, dia turun ke Liga Tiga, dan terakhir kita turun di kasta terendah,” ujar Semmy dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa Persifa Fakfak bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan aset daerah yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan klub tersebut.

“Persifa Fakfak ini bukan milik saya, bukan milik teman-teman yang hari ini urus Persifa. Ini milik pemerintah daerah yang harus dilihat, dijaga, dan dibina,” tegasnya.

Semmy juga menyoroti pentingnya pembinaan pemain lokal, mengingat Persifa menjadi salah satu representasi klub sepak bola di Kabupaten Fakfak yang berlaga di Liga 4. Ia berharap potensi anak-anak daerah dapat terus diasah hingga mampu menjadi pemain profesional.

“Walaupun masih regional Papua Barat, besar harapan kami pemerintah bisa melihat potensi anak-anak negeri yang suka sekali bermain bola untuk dibina dan diasah menjadi pemain profesional,” tambahnya.

Di sisi lain, Semmy mengapresiasi terobosan Erik Thohir melalui aplikasi Siap PSSI yang dinilai membantu penataan administrasi kompetisi menjadi lebih tertib dan modern.

“Kalau dulu kita harus membawa dokumen asli seperti ijazah, akta kelahiran, dan kartu keluarga, sekarang semuanya sudah melalui aplikasi. Ini sangat membantu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dari total 22 pemain yang dibawa Persifa Fakfak, sebanyak 17 di antaranya merupakan pemain lokal asli Fakfak yang telah terdaftar resmi di PSSI dan memiliki nilai kontrak masing-masing.

“Ketika kita klik nama pemain di aplikasi, sudah muncul nilai transfernya. Misalnya ada pemain dengan nilai Rp2.500.000. Ini menunjukkan bahwa pemain kita sudah punya nilai jual,” ungkap Semmy.

Ia menambahkan bahwa sistem digital tersebut juga memuat nilai kontrak berdasarkan posisi pemain, mulai dari striker, gelandang, pemain sayap, bertahan, hingga penjaga gawang. Hal ini dinilai menjadi langkah maju dalam pengelolaan sepak bola modern di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....