Bantuan Hibah Dinilai Belum Cukup Dukung Persifa Fakfak

  • 30 Mar 2026 11:33 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Juru Bicara Persatuan Sepakbola Indonesia Fakfak (Persifa), Semmy Lesnussa, mengungkapkan bahwa pengelolaan sebuah tim sepak bola membutuhkan biaya yang sangat besar dibandingkan cabang olahraga lainnya. Hal tersebut disampaikan dalam keterangannya terkait kesiapan tim Persifa menghadapi kompetisi Liga 4 Papua Barat musim 2026.

Menurut Semmy, kebutuhan anggaran tinggi tidak terlepas dari jumlah pemain yang harus dibawa dalam satu tim. Ia menjelaskan, dalam sepak bola, satu klub minimal membawa 21 hingga 30 pemain untuk mengikuti kompetisi resmi.

“Untuk sepak bola, jumlah pemain itu banyak, sehingga otomatis biaya yang dikeluarkan juga besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan cabang olahraga lain yang umumnya memiliki jumlah atlet lebih sedikit.

Semmy memaparkan, untuk standar kompetisi di tingkat provinsi, satu klub setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp.450 juta hingga Rp.700 juta. Angka tersebut mencakup kebutuhan operasional dasar tim selama mengikuti kompetisi.

Sementara itu, jika sebuah klub berhasil lolos ke putaran nasional Liga 4, kebutuhan anggaran akan meningkat signifikan. Ia menyebutkan, biaya yang diperlukan bisa mencapai Rp.700 juta hingga Rp800 juta untuk mengikuti seluruh rangkaian pertandingan di tingkat nasional.

Namun demikian, Persifa Fakfak saat ini hanya memiliki kekuatan anggaran sebesar Rp.150 juta. Dana tersebut bersumber dari bantuan hibah pemerintah daerah melalui KONI, yang menurut Semmy masih jauh dari kebutuhan ideal.

Ia juga menyoroti kebijakan baru dari PSSI yang mewajibkan penggunaan aplikasi dalam sistem kontrak pemain. Dalam aturan tersebut, gaji pemain tidak boleh di bawah Rp.2,5 juta, sehingga menambah beban pembiayaan klub secara keseluruhan.

Selain gaji pemain, kebutuhan lain seperti perlengkapan tim juga menjadi bagian dari pengeluaran besar. Mulai dari jersey kandang, perlengkapan official, rompi latihan, hingga sepatu standar turut diatur dalam regulasi yang harus dipenuhi oleh setiap klub.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Persifa Fakfak tetap menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas bantuan yang telah diberikan. Semmy menegaskan bahwa pihaknya tetap bersyukur karena tim masih dapat berpartisipasi dalam kompetisi, meskipun dengan kondisi yang serba terbatas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....