Samaun Dahlan: Jangan Sampai Investasi Besar, Anak Fakfak Jadi Penonton

  • 21 Sep 2026 07:23 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengatakan investasi besar yang masuk ke Tanah Papua masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan hak ulayat dan kepentingan masyarakat adat.

Hal tersebut disampaikan Samaun saat membuka Intermediate Training atau Latihan Kepemimpinan II (LK II) HMI Cabang Fakfak di Gedung Diklat Pemda Fakfak, dengan tema “Hegemoni Kekuasaan dan Arus Investasi Hilirisasi di Tanah Papua: Membangun Kader Intelektual Progresif sebagai Pengawal Keadilan Sosial dan Kedaulatan Daerah.”

Menurut Samaun Dahlan, persoalan hak ulayat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor swasta ketika hendak masuk ke Papua. Karena itu, pemerintah memiliki peran penting dalam mengawal investasi sekaligus menjembatani kepentingan perusahaan dan masyarakat.

“Persoalan yang paling mendasar adalah hak ulayat. Kalau pemerintah, tangan pemerintah yang mendorong masuk, maka pemerintah yang menyelesaikan persoalan.” ungkapnya.

Samaun juga menyoroti peluang hilirisasi komoditas pala sebagai salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Fakfak. Saat ini, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sekitar 18 ribu hektare perkebunan pala dengan produksi sekitar 2.000 ton per tahun.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar Fakfak tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan dan memperoleh nilai tambah dari komoditas pala.

“Kalau bicara hilirisasi di Fakfak, kita hari ini lagi menyiapkan pala sebagai andalan masyarakat Kabupaten Fakfak. Untuk mencapai hilirisasi, masih banyak yang harus kita bangun agar supaya kita bisa bangun pabriknya di sini.” ujar Bupati.

Selain hilirisasi pala, Bupati menjelaskan rencana investasi pembangunan pabrik pupuk di Fakfak dengan nilai investasi sekitar Rp36 triliun. Pemerintah daerah, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan sejumlah kementerian untuk mengawal rencana tersebut.

Samaun Dahlan mengatakan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Karena itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi bagi 25 putra-putri Fakfak yang dipersiapkan untuk terlibat dalam industri tersebut.

“Begitu pabriknya beroperasi, itu sudah dioperasikan sama anak-anak Fakfak yang ada di dalam dan sudah berpendidikan khusus. Sehingga yang menjaga, yang mengoperasi pabrik itu adalah anak-anak Fakfak sendiri.” jelasnya.

Ia berharap investasi yang masuk ke Fakfak dapat membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kapasitas masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat adat dan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....