Ibadah Pengutusan Perparawi Fakfak, Pdt Tanamal Tekankan Pelayanan dan Kasih
- 14 Jun 2026 18:48 WIB
- Fak Fak
RRI. CO. ID, Fakfak – Peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Perparawi) Kabupaten Fakfak yang akan mengikuti ajang Perparawi tingkat nasional di Manokwari resmi dilepas melalui ibadah pengutusan yang berlangsung khidmat, berlangsung di GKI Imanuel Fakfak, Minggu 14 Juni 2026. Ibadah pelepasan dipimpin oleh Ketua Klasis GKI Fakfak, Pdt. A. Tanamal, serta dihadiri para peserta, pelatih, pengurus, dan keluarga yang memberikan dukungan bagi kontingen Fakfak.
Dalam khotbahnya, Pdt. A. Tanamal mengingatkan bahwa keikutsertaan dalam Perparawi bukan sekadar menampilkan kemampuan bernyanyi, melainkan merupakan panggilan untuk melayani Tuhan melalui puji-pujian yang memberkati banyak orang. Menurutnya, setiap peserta membawa karunia yang diberikan Tuhan untuk dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya.
“Lewat puji-pujian, semua orang dapat diberkati. Yang dinilai bukan hanya kualitas suara, tetapi bagaimana setiap syair dan pesan yang dinyanyikan mampu menyentuh serta menguatkan kehidupan orang lain,” ujar Pdt. Tanamal dalam khotbahnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan dalam pelayanan paduan suara tidak terlepas dari kerja sama dan kerendahan hati setiap anggota. Mengacu pada surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki karunia yang berbeda-beda sehingga diperlukan sikap saling menghargai dan saling melengkapi dalam sebuah persekutuan.
“Yang bermain musik, dirigen, maupun setiap bagian suara memiliki peran yang sama pentingnya. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain karena semua karunia diberikan Tuhan untuk membangun dan memberkati sesama,” katanya.
Pdt. Tanamal juga mengingatkan para peserta yang akan berangkat sebagai duta Kabupaten Fakfak untuk senantiasa mengedepankan kasih dalam kehidupan bersama selama mengikuti kegiatan nasional. Menurutnya, persoalan-persoalan kecil yang tidak disikapi dengan kasih dapat menjadi pemicu retaknya persatuan dan kebersamaan dalam sebuah persekutuan.
“Kita diutus sebagai duta-duta. Karena itu, mari memahami kasih yang mau berkorban, kasih yang tidak mencari keuntungan diri sendiri, dan kasih yang tetap melayani tanpa mengharapkan balasan. Hal-hal kecil sekalipun dapat menjadi ujian apakah kita sungguh memahami kasih agape yang diajarkan Tuhan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa selain kasih, kebenaran firman Tuhan juga harus menjadi dasar dalam setiap pelayanan. Menurutnya, kasih dan kebenaran harus berjalan beriringan sehingga setiap talenta dan karunia yang dimiliki dapat dipergunakan untuk memuliakan Tuhan serta membangun kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Mengakhiri khotbahnya, Pdt. Tanamal mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan potensi dan karunia yang telah Tuhan anugerahkan sejak lahir. Ia berharap kontingen Perparawi Fakfak dapat tampil dengan baik, menjaga kebersamaan, serta menjadi saksi kasih Tuhan selama mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi tingkat nasional di Manokwari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....