Ayah Korban Penembakan di Mimika Tarik Ucapan soal TNI sebagai Pelaku
- 23 Mei 2026 15:03 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Ayah kandung almarhumah Nalince Wamang, korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencabut pernyataan sebelumnya yang menuding oknum TNI sebagai pelaku penembakan terhadap putrinya.
Melalui rekaman video yang disampaikan kepada sejumlah awak media, Pdt. Anton Wamang, S.Th., M.A., menjelaskan pernyataan sebelumnya disampaikan dalam kondisi emosional akibat duka mendalam atas meninggalnya sang putri.
Ia mengaku saat itu berada dalam tekanan batin sehingga terburu-buru menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Menurutnya, suasana duka membuat dirinya tidak berpikir secara jernih ketika memberikan keterangan kepada media.
“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media,” ujar Pdt. Anton Wamang, Sabtu 23 Mei 2026.
Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian dan mengetahui proses penyelidikan masih berlangsung, ia menegaskan bahwa pelaku penembakan hingga kini belum dapat dipastikan. Kasus tersebut, kata dia, masih didalami oleh TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya, termasuk unsur HAM.
“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan oleh TNI, Polri, pihak HAM, dan lain-lain,” katanya.
Pdt. Anton Wamang juga secara tegas mencabut pernyataannya yang sebelumnya menyebut keterlibatan TNI dalam peristiwa tersebut. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru membangun opini sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
“Sehingga saya cabut kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalu, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian puteri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita akan melakukan penyelidikan bersama-sama,” tegasnya.
Ia menambahkan, keluarga tetap berharap pelaku penembakan segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, siapa pun pihak yang terbukti bersalah harus bertanggung jawab secara hukum demi memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.
Di akhir keterangannya, Pdt. Anton Wamang juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi. Ia berharap seluruh pihak memberi ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berkeadilan dalam mengungkap fakta sebenarnya terkait kasus tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....