Perdagangan Pala Fakfak Meningkat, Retribusi Mei Naik 18 Persen
- 01 Jun 2026 08:35 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Komoditas pala kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Fakfak. Hingga akhir Mei 2026, penerimaan retribusi daerah dari perdagangan pala tercatat mencapai Rp301.352.650, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan membaiknya kualitas produk pala yang dipasarkan.
Khusus pada Mei 2026, retribusi daerah yang diperoleh dari komoditas pala mencapai Rp60.226.950. Angka ini meningkat 18,10 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp50.996.700. Kenaikan tersebut didukung volume penjualan pala sebanyak 146,71 ton yang terdiri dari 109,19 ton pala kulit, 15,46 ton pala ketok, dan 22,06 ton fuli pala.
Selain mendorong penerimaan daerah, perdagangan pala juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Selama Mei 2026, nilai transaksi lokal antara petani dan pelaku usaha diperkirakan mencapai Rp11,328 miliar. Nilai itu berasal dari perdagangan pala kulit senilai Rp4,37 miliar, pala ketok Rp1,01 miliar, serta fuli pala sebesar Rp5,96 miliar.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, mengatakan peningkatan nilai perdagangan dan harga pala tidak terlepas dari semakin baiknya mutu produk yang dihasilkan pekebun serta meningkatnya kesadaran pelaku usaha dalam menjaga kualitas komoditas tersebut.
"Kami melihat adanya perubahan yang positif di lapangan. Kualitas pala Fakfak semakin baik karena adanya komitmen bersama dari pekebun dan pelaku usaha untuk menerapkan standar mutu yang lebih baik, mulai dari proses panen, pengeringan, sortasi hingga pemasaran. Perbaikan kualitas inilah yang berpengaruh langsung terhadap ketetapan harga dan semakin memperkuat posisi pala Fakfak di pasar," ujar Widhi.
Menurutnya, keberlanjutan perdagangan pala membutuhkan hubungan kemitraan yang sehat antara pekebun dan pelaku usaha. Petani memiliki tanggung jawab menghasilkan produk berkualitas, sementara pelaku usaha harus memberikan penilaian mutu yang objektif serta harga yang sesuai dengan kualitas yang diterima.
"Hubungan kemitraan antara pekebun dan pelaku usaha harus dibangun atas dasar saling percaya, transparansi, dan keadilan. Mutu yang baik harus dihargai dengan harga yang baik, dan harga yang baik akan menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas hasil produksinya," tambahnya.
Widhi juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha dan pedagang grosir antar pulau yang selama ini berkontribusi dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pala Fakfak sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah melalui pembayaran retribusi secara tertib.
Ia optimistis tren positif sektor pala akan terus berlanjut seiring meningkatnya kualitas hasil panen, membaiknya tata niaga, serta semakin luasnya akses pasar. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, komoditas Pala Tomandin Fakfak diharapkan terus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan keluarga pekebun di Kabupaten Fakfak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....