Bupati Samaun Dahlan: Investasi Besar Jadi Peluang Emas Masyarakat Fakfak

  • 21 Mei 2026 19:19 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mendorong percepatan investasi di sektor minyak dan gas bumi sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah dan mempercepat pembangunan.

Hal itu disampaikan Bupati Fakfak Samaun dahlan saat memberikan sambutan dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Kamis 21 Mei 2026.

Bupati mengatakan pemerintah daerah saat ini fokus mengejar investasi karena sektor migas dinilai menjadi sumber terbesar dana bagi hasil untuk daerah.

Menurutnya, sejumlah proyek migas di wilayah Fakfak tengah dipersiapkan agar dapat segera memasuki tahap produksi dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita harus kerja cepat, target kita tahun 2027 sudah bisa produksi,” ujar Bupati Samaun Dahlan

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan beberapa sumur migas lain yang diperkirakan memiliki cadangan besar dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan APBD daerah.

Bupati menyebut apabila proyek migas mulai berproduksi dan dana bagi hasil meningkat, Fakfak berpotensi menjadi salah satu kabupaten dengan APBD terbesar di Papua.

Ia mengatakan momentum investasi yang sedang terbuka saat ini tidak boleh disia-siakan karena akan menentukan masa depan pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Untuk mendukung investasi tersebut, Pemkab Fakfak juga mulai menyiapkan infrastruktur penunjang, termasuk pengembangan Bandara Siboru melalui perpanjangan runway dan pelebaran fasilitas bandara.

“Target kita 2028 atau 2029 pesawat berbadan besar sudah harus bisa turun,” katanya.

Selain sektor migas, pemerintah daerah juga terus mempercepat rencana pembangunan pabrik pupuk di Fakfak. Bupati mengungkapkan dua surat persetujuan dari kementerian terkait telah diterbitkan dan tinggal menunggu persetujuan terakhir dari Kementerian ESDM.

Bupati meminta seluruh pimpinan OPD dan masyarakat mendukung penuh percepatan investasi serta menyiapkan sumber daya manusia lokal agar masyarakat Fakfak tidak menjadi penonton ketika proyek-proyek besar mulai berjalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....