Bupati Samaun Dahlan Apresiasi Semangat Literasi Kapten Cpm Prasetyo

  • 19 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak - Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengapresiasi peluncuran buku Mozaik Budaya Fakfak karya Komandan Subdenpom XVIII/1-2 Fakfak, Prasetyo Budhi Setiawan. Launching buku berlangsung di Rumah Negara Bupati Fakfak, Selasa 19 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menyebut karya tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pelestarian budaya daerah melalui jalur literasi. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui tugas kedinasan, tetapi juga lewat karya yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Budaya Fakfak harus terus dikenalkan dan diwariskan. Kehadiran buku ini menjadi langkah positif dalam memperkuat literasi sekaligus menjaga identitas budaya daerah,” kata Samaun Dahlan.

Acara launching berlangsung hangat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Fakfak serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Fakfak. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi budaya lokal di Kabupaten Fakfak.

Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan dikenal aktif dalam gerakan literasi nasional. Selain menjabat sebagai Komandan Subdenpom XVIII/1-2 Fakfak, ia juga merupakan Sekretaris Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa yang bergerak di bidang pengembangan budaya baca masyarakat.

Buku Mozaik Budaya Fakfak mulai ditulis sejak 2024 dan diselesaikan pada 2026. Selama dua tahun proses penulisan, berbagai nilai budaya dan tradisi masyarakat Fakfak didokumentasikan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah.

“Buku ini saya persembahkan sebagai bagian dari pengabdian selama bertugas di Tanah Papua. Saya berharap budaya Fakfak semakin dikenal luas dan dapat dipahami generasi muda,” ujar Prasetyo Budhi Setiawan.

Melalui buku tersebut, penulis mengangkat berbagai aspek budaya lokal Fakfak yang dinilai memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang penting untuk dijaga di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat negara, dan pegiat literasi dalam membangun budaya baca sekaligus melestarikan kekayaan budaya Papua, khususnya di Kabupaten Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....