BTCLS Jadi Strategi RSUD Fakfak Standarisasi Layanan Darurat
- 05 Mei 2026 12:48 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak menjadikan pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai langkah strategis untuk membangun standarisasi pelayanan kegawatdaruratan di lingkungan rumah sakit. Kegiatan yang berlangsung 4–13 Mei 2026 ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga penguatan sistem layanan yang terintegrasi.
Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, menegaskan pelayanan gawat darurat membutuhkan kerja tim yang solid dan terstandar, sehingga setiap tenaga kesehatan harus memiliki kompetensi yang seragam.
“Yang kita bangun bukan hanya keterampilan perawat secara individu, tetapi sistem pelayanan yang cepat, terukur, dan sesuai prosedur dalam setiap kondisi darurat,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Pelatihan ini dinilai penting untuk memastikan seluruh perawat memahami alur penanganan pasien kritis secara menyeluruh, mulai dari penilaian awal hingga tindakan lanjutan. Dengan demikian, risiko kesalahan prosedur dapat ditekan, sementara kecepatan penanganan terus ditingkatkan.

Ketua panitia, Halijah Bauw, mengatakan pelatihan BTCLS menjadi momentum untuk menyatukan persepsi dan praktik pelayanan di seluruh unit, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), ICU, rawat inap, hingga layanan rawat jalan.
“Seluruh peserta dilatih dengan standar yang sama agar tidak ada perbedaan dalam penanganan pasien. Ini penting untuk menjamin mutu layanan,” katanya.
Sebanyak 42 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari perawat RSUD Fakfak dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kramongmongga. Mereka dibekali keterampilan seperti resusitasi jantung paru, manajemen jalan napas, interpretasi EKG, hingga stabilisasi pasien trauma.
Selain itu, pelatihan yang menggandeng lembaga Pro Emergency ini juga menekankan peningkatan response time dalam penanganan kondisi darurat, termasuk prosedur code blue yang menjadi indikator penting dalam akreditasi rumah sakit.
Dalam konteks pelayanan kesehatan di Papua Barat, upaya ini menjadi bagian dari strategi adaptif menghadapi keterbatasan sumber daya dan tingginya kebutuhan layanan darurat. Penguatan sistem dinilai lebih efektif dalam menjamin pelayanan tetap optimal.
Melalui pelatihan ini, RSUD Fakfak menargetkan terciptanya layanan kegawatdaruratan yang lebih responsif, terstandar, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....