Petani Kacang Panjang Hadapi Hama dan Minim Pasar
- 26 Jan 2026 11:32 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Petani kacang panjang di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, masih menghadapi tantangan ganda berupa serangan hama dan terbatasnya permintaan pasar lokal, meski potensi lahan pertanian dinilai sangat menjanjikan. Kondisi ini membuat produksi petani belum mampu berkembang optimal untuk memenuhi kebutuhan daerah.
Salah satu petani, La Danting Semarang (54), mengatakan tanah di Fakfak tergolong subur dan sangat cocok untuk budidaya kacang panjang. Ia mengelola lahan sekitar setengah hektar atau kurang lebih 500 meter persegi untuk menanam komoditas tersebut.
Menurut La Danting, ancaman utama dalam budidaya kacang panjang adalah hama tanaman. “Musuh kami itu hama. Kalau terlambat disemprot dengan desinfektan, biji bisa menguning dan tanaman rusak,” ujarnya. Karena itu, ia harus rutin memantau tanaman agar tidak gagal panen.
Selain pengendalian hama, pemupukan juga menjadi faktor penting. La Danting menjelaskan bahwa para petani biasanya membentuk kelompok untuk mengambil pupuk dari CV Berkat. Pemupukan teratur menjadi kunci agar tanaman dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan panen yang layak jual.
Dalam satu kali masa panen yang bisa berlangsung hingga sebulan, La Danting mengaku mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 ikat kacang panjang yang kemudian dipasarkan ke Pasar Tanjung Wagom dan Pasar Thumburuni. Namun, hasil tersebut sangat bergantung pada cuaca dan kualitas perawatan tanaman.
Ia menyebutkan, penghasilan petani kacang panjang masih belum stabil. “Kalau produksi bagus, paling maksimal bisa dapat sampai satu juta rupiah, tapi tidak selalu begitu,” katanya, menggambarkan ketidakpastian ekonomi petani kecil di Fakfak.
La Danting berharap Pemerintah Kabupaten Fakfak dapat memperluas akses pupuk dan membuka pasar yang lebih merata bagi petani lokal. Ia menilai Fakfak masih terlalu bergantung pada pasokan sayur dari luar daerah, padahal potensi produksi lokal cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....