Pengawasan Karantina Jamin Kualitas Ayam dan Telur

  • 12 Mar 2026 11:11 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemasokan daging ayam dan telur yang didatangkan dari luar daerah menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dipastikan dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Hal ini disampaikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak setelah melakukan pemantauan terhadap peredaran bahan pangan asal hewan di pasaran.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Rosita Laode Badi, mengatakan seluruh produk hewani yang masuk ke Fakfak telah melalui prosedur pemeriksaan karantina sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Menurutnya, setiap pengiriman daging ayam maupun telur dari luar daerah wajib dilengkapi dokumen karantina serta melalui pemeriksaan kelayakan sebelum diberangkatkan ke Fakfak.

“Semua yang didatangkan dari luar itu sudah melalui pemeriksaan lewat karantina. Surat-suratnya lengkap, dan sejauh ini yang kita lihat di pasaran, telur maupun daging ayam terpantau aman,” kata Rosita.

Ia menjelaskan, sebelum dikirim ke Fakfak, produk tersebut terlebih dahulu diperiksa oleh petugas karantina untuk memastikan kualitas dan kelayakannya. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi telur maupun ayam agar tetap layak dikonsumsi masyarakat.

“Karena sebelum mereka mengirim, harus ada surat karantina. Di karantina itu diperiksa apakah telurnya layak atau tidak, ayamnya layak atau tidak. Jadi ketika pengiriman sampai di sini, kondisinya sudah bagus,” ujarnya.

Rosita menambahkan, kondisi distribusi saat ini juga lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Waktu pengiriman bahan pangan dari daerah asal menuju Fakfak kini lebih singkat sehingga dapat menjaga kualitas produk yang sampai di pasaran.

Ia mencontohkan, jika sebelumnya pengiriman melalui kapal barang bisa memakan waktu hingga dua minggu sampai satu bulan, kini perjalanan relatif lebih cepat karena jalur distribusi yang lebih efisien dengan transit di Ambon. Hal tersebut membuat risiko kerusakan telur maupun daging ayam selama perjalanan semakin kecil.

Rekomendasi Berita