Penyebab Sakit Kepala saat Puasa

  • 27 Feb 2026 09:55 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Saat menjalani ibadah puasa, sebagian orang kerap mengeluhkan sakit kepala, terutama pada hari-hari awal Ramadan. Rasa nyeri bisa muncul ringan hingga cukup mengganggu aktivitas, seperti berdenyut di pelipis atau terasa berat di seluruh kepala.

Dikutip dari laman bobo.grid.id, kondisi ini umumnya bukan pertanda penyakit serius, melainkan respons tubuh terhadap perubahan pola hidup secara mendadak. Mulai dari asupan cairan, jam tidur, hingga kebiasaan minum kopi yang berubah drastis, semuanya bisa memicu sakit kepala saat berpuasa.

• Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan selama belasan jam menjadi penyebab paling umum sakit kepala saat puasa. Tubuh yang kehilangan banyak cairan akan mengalami penurunan volume darah, sehingga aliran oksigen ke otak sedikit berkurang.

Akibatnya, kepala terasa pusing, berat, bahkan berdenyut. Risiko ini meningkat bila cuaca panas atau aktivitas fisik cukup padat. Karena itu, penting memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka.

• Kadar Gula Darah Rendah

Saat tidak makan dalam waktu lama, kadar gula darah bisa menurun. Otak sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi. Ketika kadarnya turun drastis, tubuh memberi sinyal berupa lemas, gemetar, sulit konsentrasi, dan sakit kepala.

Biasanya kondisi ini terjadi jika saat sahur hanya mengonsumsi makanan tinggi gula sederhana tanpa protein atau serat, sehingga energi cepat habis sebelum waktu berbuka.

• Kurang Tidur

Perubahan jadwal tidur selama Ramadan juga berpengaruh besar. Bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut setelah tarawih membuat waktu istirahat berkurang.

Kurang tidur dapat meningkatkan ketegangan otot dan memperbesar risiko sakit kepala tegang atau tension headache. Jika berlangsung terus-menerus, rasa nyeri bisa muncul hampir setiap hari.

• Perubahan Konsumsi Kafein

Bagi yang terbiasa minum kopi atau teh setiap hari, menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba dapat memicu caffeine withdrawal headache. Gejalanya biasanya muncul 12–24 jam setelah terakhir mengonsumsi kafein.

Sakit kepala jenis ini sering terasa berdenyut dan bisa disertai rasa mengantuk atau mudah marah. Mengurangi kafein secara bertahap sebelum Ramadan dapat membantu mencegahnya.

• Perubahan Pola Makan

Pola makan yang berubah drastis, seperti makan berlebihan saat berbuka atau memilih makanan tinggi lemak dan terlalu manis, juga bisa memicu sakit kepala.

Lonjakan dan penurunan gula darah yang cepat membuat tubuh sulit beradaptasi. Selain itu, kurangnya asupan nutrisi seimbang seperti protein, serat, dan vitamin dapat memperburuk kondisi.

Sakit kepala saat puasa umumnya bisa dicegah dengan menjaga asupan cairan, memilih makanan bergizi seimbang, tidur cukup, serta mengatur konsumsi kafein. Dengan persiapan yang baik, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....