Puskesmas Bomberai Temukan 24 Kasus Sifilis 2026
- 07 Sep 2026 12:10 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bomberai mendorong masyarakat di wilayah pelayanan Distrik Bomberai dan Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini Infeksi Menular Seksual (IMS), khususnya sifilis.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya 24 kasus reaktif sifilis di Puskesmas Bomberai selama periode Januari hingga Juli 2026. Kepala Puskesmas Bomberai, Abdul Azis Al-Zubaidy, mengatakan temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap masyarakat yang datang dan menjalani pelayanan kesehatan di Puskesmas.
"Jumlah kasus reaktif Sifilis yang terdeteksi di Puskesmas Bomberai berjumlah 24 temuan kasus, terhitung dari Januari hingga Juli 2026," tuturnya.
Berdasarkan data Puskesmas Bomberai, pada Januari ditemukan tiga kasus, Februari empat kasus, Maret enam kasus, April dua kasus, Mei satu kasus, Juni enam kasus dan Juli dua kasus. Menurut Abdul Azis, angka tersebut belum dapat menggambarkan keseluruhan kasus yang ada di masyarakat karena pemeriksaan masih bergantung pada kedatangan warga ke fasilitas kesehatan.
"Angka ini tentu yang datang ke Puskesmas Bomberai dan kemudian diperiksa, sehingga yang belum terdeteksi tentunya masih banyak dan ini hanya muncul di permukaan," terangnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Puskesmas Bomberai dalam melakukan pelacakan kasus sifilis. Berbeda dengan HIV yang dinilai lebih mudah dalam proses pelacakan, pemeriksaan sifilis belum dapat dilakukan dengan metode jemput bola hingga ke rumah-rumah warga. Pemeriksaan umumnya dilakukan ketika pasien datang dengan kondisi atau gejala tertentu dan mendapat opsi pemeriksaan dari dokter.
"Terkhususnya ibu hamil memang wajib dilakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari Sifilis, HIV dan lainnya sebab untuk perlindungan juga untuk bayi yang dikandungnya," jelas Abdul Azis.
Ia menambahkan, perhatian juga perlu diberikan terhadap kelompok usia produktif karena sejumlah temuan sifilis berasal dari kelompok usia tersebut. Puskesmas Bomberai mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat dan aman, termasuk menggunakan perlindungan apabila melakukan hubungan seksual berisiko.
Selain pemeriksaan di Puskesmas, masyarakat didorong memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat dimanfaatkan mulai usia 18 tahun hingga lanjut usia. Abdul Azis berharap peningkatan kesadaran pemeriksaan kesehatan dapat membantu menemukan penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan. Puskesmas Bomberai juga berencana memperluas edukasi melalui video ajakan dan imbauan agar masyarakat lebih aktif memeriksakan kondisi kesehatannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....