Muscab II IBI Fakfak Dorong Transformasi Kesehatan
- 31 Agt 2026 14:10 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Fakfak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II di Aula LPP RRI Fakfak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan yang berkesinambungan di Kabupaten Fakfak.
Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI Papua Barat, Rita Carolina Apalem, dalam sambutannya menyampaikan bahwa IBI merupakan organisasi profesi bidan di Indonesia yang berdiri pada 24 Juni 1951 di Jakarta. Pada Juni 2026, organisasi tersebut telah memasuki usia 75 tahun.
Rita menjelaskan, kepengurusan IBI periode 2018–2023 telah berakhir setelah dilaksanakannya Kongres IBI pada 2023. Selanjutnya, Musyawarah Daerah IBI Papua Barat digelar pada Juni 2024 untuk melanjutkan roda organisasi di tingkat daerah.
Menurutnya, hingga saat ini kepengurusan PD IBI Papua Barat telah berjalan selama satu tahun 11 bulan. Dari tujuh kabupaten di Papua Barat, sebanyak enam Pengurus Cabang telah melaksanakan musyawarah cabang, sementara Kabupaten Fakfak menjadi pengurus cabang terakhir yang melaksanakan Muscab.
“Dan enam Pengurus Cabang yang ada di tujuh kabupaten di Papua Barat telah melaksanakan Muscab. Ini PC terakhir di Kabupaten Fakfak yang baru melaksanakan Muscab. Terima kasih teman-teman Bidan Ketua PC IBI Fakfak yang sudah melaksanakan,” ujar Rita.
Ia mengatakan, Muscab II IBI Kabupaten Fakfak mengusung tema yang masih mengacu pada tema Kongres IBI, yakni Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti. Tema tersebut dinilai memiliki makna strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan saat ini.
Rita menegaskan, transformasi kesehatan yang tengah dijalankan di Indonesia menuntut seluruh tenaga kesehatan, termasuk bidan, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui praktik kebidanan yang berlandaskan bukti ilmiah. Pelayanan tersebut juga harus berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi serta berpusat pada kebutuhan perempuan dan keluarga.
“Musyawarah cabang ini sekaligus merupakan pembinaan organisasi dan anggota secara berjenjang dari pusat, daerah, cabang sampai ranting yang mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga IBI,” katanya.
Ia berharap pembinaan dan pengawasan terhadap anggota dapat dilakukan secara berjenjang, berkesinambungan dan efektif, mulai dari mengidentifikasi permasalahan, menganalisis, mencari solusi, hingga merencanakan tindak lanjut dan evaluasi. Selain itu, peningkatan pendidikan serta kompetensi bidan juga dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan.
“Bidan harus membiasakan diri dengan teknologi dan terus berupaya mengembangkan diri, baik dari segi keilmuan maupun teknologi terbaru. Kami percaya pengurus cabang IBI dan seluruh bidan di Kabupaten Fakfak telah melaksanakan tugas profesi dan pelayanan yang bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta menurunkan prevalensi stunting,” tutup Rita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....