Samaun Dahlan Apresiasi Pengabdian Bidan Layani Masyarakat Fakfak
- 31 Agt 2026 14:10 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, - Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Fakfak yang berlangsung di Aula LPP RRI Fakfak. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta sekaligus mengapresiasi pengabdian para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Fakfak, saya menyampaikan selamat datang dan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Muscab ke-II Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Fakfak,” ujar Samaun Dahlan.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh bidan yang selama ini telah menjalankan tugas dan pengabdian dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan kesehatan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada ibu, bayi, anak, remaja, serta menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
Samaun mengatakan, salah satu visi dan program pemerintahannya bersama Wakil Bupati adalah mewujudkan “bumil bahagia, bayi senang”. Program tersebut, kata dia, sejalan dengan peran dan tugas para bidan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Fakfak.
Tema Muscab ke-II IBI Kabupaten Fakfak, yakni “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti”, dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan kesehatan saat ini. “Kita tidak lagi dapat bekerja sendiri-sendiri. Transformasi kesehatan membutuhkan kolaborasi, inovasi, peningkatan kompetensi, pemanfaatan data, serta pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk segera berkoordinasi dengan Kepala BKSDM dan pihak terkait guna membantu tenaga bidan yang belum memenuhi ketentuan pendidikan sesuai kebijakan pemerintah dan Kementerian Kesehatan. Pemerintah Kabupaten Fakfak, menurutnya, wajib memberikan fasilitasi karena bidan menjalankan tugas kemanusiaan.
“Pemerintah wajib bantu, ini hukumnya wajib, karena yang mereka urusin ini soal kemanusiaan. Jadi saya perintahkan pemerintah membantu dan memfasilitasi mereka untuk mencapai tingkat pendidikan yang diminta oleh pemerintah,” tegas Samaun.
Ia menekankan bahwa pelayanan kebidanan harus terus berlandaskan ilmu pengetahuan dan bukti ilmiah. Setiap pelayanan, lanjutnya, harus mengutamakan keselamatan ibu dan bayi, kualitas pelayanan, etika profesi, serta penghormatan terhadap hak-hak pasien.
Pemerintah Kabupaten Fakfak, kata Samaun, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan sarana kesehatan, melainkan juga bergantung pada kualitas serta profesionalisme sumber daya manusia kesehatan.
Karena itu, ia berharap IBI Kabupaten Fakfak terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kebidanan. Organisasi profesi tersebut didorong untuk memperkuat pengembangan kompetensi bidan, penerapan standar profesi, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Samaun menambahkan, kondisi geografis dan sebaran penduduk di Kabupaten Fakfak menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan. “Diperlukan kreativitas dan inovasi agar pelayanan kebidanan dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk masyarakat di kampung-kampung dan wilayah terpencil,” ujarnya, sembari berharap para bidan terus memperkuat edukasi tentang pemeriksaan kehamilan rutin, persalinan aman, pemenuhan gizi ibu dan anak, pemberian ASI, imunisasi, kesehatan reproduksi, serta pencegahan berbagai risiko yang mengancam keselamatan ibu dan bayi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....