Dampak Keterlambatan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus pada Mental Anak
- 22 Agt 2026 16:33 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Keterlambatan dalam mengenali dan menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dapat berdampak fatal bagi kesehatan mental anak. Hal tersebut ditegaskan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Diah Ayu Pitaloka, M.Ked Klin, Sp.A., dalam acara Ruang Disabilitas dan Inklusi di Pro 1 RRI Fakfak.
Menurut dr. Diah, anak dengan kebutuhan khusus misalnya speech delay atau keterlambatan bicara yang tidak ditangani sejak dini rentan mengalami stres bdelay
"Jika tidak cepat dikenali, anak bisa frustrasi, melukai diri sendiri, hingga memicu gangguan mental berat dan ancaman bunuh diri," ujar dr. Diah.
| Baca juga: Tren Slow Living di Kalangan Anak Muda |
Oleh karena itu, pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin menjadi langkah krusial bagi setiap orang tua. Deteksi dini memungkinkan anak mendapatkan intervensi medis yang tepat sebelum memasuki usia sekolah.
Terkai penentuan tempat sekolah, dr. Diah mengingatkan pentingnya proses konseling terlebih dahulu. Penempatan sekolah harus didasarkan pada kesepakatan bersama antara keluarga dan pihak sekolah agar sesuai dengan cara belajar anak.
"Setiap anak memiliki kebiasaan belajar yang berbeda. Sangat penting bagi orang tua untuk rajin memeriksakan tumbuh kembang anak serta berkoordinasi dengan tenaga medis," tegasnya.
Di sisi lain, Psikolog Vivi Rianti, S.Psi., M.Psi., menambahkan bahwa evaluasi intervensi harus terus dipantau. Penanganan tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak terapis di klinik.
"Orang tua harus memberikan stimulus berkelanjutan di rumah. Kolaborasi antara terapis dan keluarga di rumah adalah kunci utama keberhasilan tumbuh kembang anak," jelas Vivi.
Pendidikan awal yang penuh empati di dalam keluarga yang harmonis menjadi benteng utama agar anak berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal dan terhindar dari krisis mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....