Transformasi Puskesmas ILP Dorong Masyarakat Fakfak Hidup Lebih Sehat Mandiri

  • 27 Jul 2026 14:06 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaksanaan transformasi layanan kesehatan primer terus diperkuat di Kabupaten Fakfak melalui peluncuran Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Fakfak Kota. Program tersebut merupakan tindak lanjut implementasi transformasi pelayanan kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dari seluruh kelompok usia.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Sri Astuti Wihel, mengatakan Puskesmas ILP merupakan implementasi dari kebijakan Kementerian Kesehatan yang mewajibkan seluruh puskesmas di Indonesia melakukan transformasi pelayanan kesehatan. Menurutnya, perubahan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat.

"Puskesmas ILP adalah Puskesmas Integrasi Layanan Primer. Seluruh puskesmas di Indonesia sudah harus mengubah model pelayanan melalui transformasi pelayanan kesehatan menjadi Puskesmas Integrasi Layanan Primer yang berfokus pada daur hidup atau usia kehidupan manusia mulai dari nol tahun hingga lanjut usia," ujar Sri Astuti saat diwawancarai usai launching Puskesmas ILP di Puskesmas Fakfak Kota.

Ia menjelaskan, sebelum diterapkannya ILP, pelayanan di puskesmas masih terbagi dalam berbagai program yang berjalan sendiri-sendiri. Pelayanan di dalam gedung lebih berfokus pada Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), sedangkan pelayanan di luar gedung melalui Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dengan beragam program seperti kesehatan ibu dan anak, penyakit menular, hingga penyakit tidak menular.

Menurut Sri Astuti, sistem pelayanan yang berbasis program tersebut dinilai menyulitkan proses integrasi antarprogram sehingga penanganan berbagai persoalan kesehatan masyarakat menjadi kurang optimal. Kondisi itu kemudian menjadi salah satu dasar Kementerian Kesehatan melakukan transformasi sistem pelayanan kesehatan primer.

"Dulu pelayanan masih berbasis program yang terkotak-kotak sehingga integrasi antarprogram cukup sulit dilakukan. Karena itu Kementerian Kesehatan melakukan transformasi pelayanan kesehatan agar penyelesaian masalah kesehatan masyarakat bisa lebih cepat dan terintegrasi," katanya.

Ia menambahkan, transformasi kesehatan nasional memiliki enam pilar, salah satunya transformasi pelayanan kesehatan primer yang diterapkan di seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), termasuk puskesmas, klinik pratama, hingga praktik dokter umum mandiri.

Dalam implementasinya, transformasi pelayanan kesehatan primer memiliki empat pilar utama. Pilar pertama yang menjadi fokus utama adalah edukasi penduduk. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat didorong memiliki kemampuan menjaga kesehatan secara mandiri, baik bagi individu maupun keluarga, sehingga mampu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Sri Astuti mengatakan keberhasilan edukasi kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah distrik, kelurahan, RT, RW, kader Posyandu, hingga seluruh elemen masyarakat diharapkan berperan aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada warga agar kesadaran hidup sehat semakin meningkat.

"Kami berharap seluruh masyarakat mulai dari bayi sampai lansia mendapatkan edukasi kesehatan yang benar. Jika setiap individu mampu menjaga kesehatannya sendiri, maka akan terbentuk keluarga sehat, masyarakat sehat, dan pada akhirnya terwujud Fakfak yang sehat. Karena sampai hari ini pengendalian penyakit masih sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan perilaku masyarakat," tutup Sri Astuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....