Kenali Ciri Asam Urat Tinggi yang Sering Diabaikan
- 18 Jul 2026 11:18 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pernakah kamu tiba-tiba terbagun di malam hari karena jempol kaki terasa sangat nyeri, bengkak dan panas. Yang dilansir dari halodoc.com Asam urat tinggi atau hiperurisemia terjadi ketika kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. Tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi langsung merasakan gejala. Namun, ketika kadar asam urat terus meningkat dan membentuk kristal di persendian, keluhan dapat muncul dan sering kali diabaikan hingga kondisinya semakin parah.
Berikut beberapa ciri asam urat tinggi yang patut diwaspadai.
1. Nyeri Sendi yang Datang Tiba-Tiba
Gejala paling khas adalah nyeri hebat yang muncul secara mendadak, terutama pada malam atau dini hari. Rasa sakit biasanya menyerang satu sendi terlebih dahulu, terutama sendi jempol kaki, tetapi juga bisa mengenai pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, atau jari.
2. Sendi Bengkak dan Kemerahan
Selain nyeri, sendi yang terkena dapat tampak bengkak, kemerahan, terasa hangat saat disentuh, dan sangat sensitif. Bahkan sentuhan ringan dari selimut pun bisa terasa sangat menyakitkan.
| Baca juga: Manfaat Tanaman Liar untuk Kesehatan |
3. Sendi Terasa Kaku
Setelah serangan nyeri mereda, sebagian orang masih merasakan kekakuan pada sendi sehingga sulit digerakkan. Kondisi ini sering dianggap sebagai pegal biasa atau akibat kelelahan.
4. Nyeri yang Berulang
Serangan asam urat dapat muncul kembali setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Jika tidak ditangani, frekuensi serangan dapat meningkat dan menyerang lebih banyak sendi.
5. Muncul Benjolan di Sekitar Sendi
Pada kadar asam urat yang tinggi dalam waktu lama, dapat terbentuk benjolan keras yang disebut tofi. Benjolan ini biasanya muncul di jari tangan, siku, lutut, telinga, atau jari kaki akibat penumpukan kristal asam urat.
6. Kesulitan Bergerak
Peradangan yang berulang dapat mengganggu fungsi sendi sehingga aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, naik tangga, atau menggenggam benda, menjadi lebih sulit.
7. Keluhan pada Saluran Kemih
Asam urat tinggi juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Gejalanya meliputi nyeri pinggang, nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, atau sering buang air kecil.
Siapa yang Berisiko Mengalami Asam Urat Tinggi?
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
| Baca juga: Manfaat Daun Siri Cina untuk Kesehatan Tubuh |
- Konsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis makanan laut.
- Minuman manis dengan kadar fruktosa tinggi.
- Konsumsi alkohol berlebihan.
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, atau sindrom metabolik.
- Riwayat keluarga dengan asam urat.
- Penggunaan obat tertentu, seperti beberapa jenis diuretik.
Cara Membantu Mengendalikan Asam Urat
Beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko serangan asam urat meliputi:
- Perbanyak minum air putih.
- Batasi makanan tinggi purin.
- Kurangi minuman manis dan alkohol.
- Pertahankan berat badan yang sehat secara bertahap.
- Rutin berolahraga sesuai kemampuan.
- Minum obat sesuai anjuran dokter bila telah didiagnosis menderita asam urat.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri jika Anda mengalami nyeri sendi yang muncul tiba-tiba disertai bengkak dan kemerahan, terutama jika disertai demam atau nyeri sangat hebat. Pemeriksaan darah dan evaluasi oleh dokter diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan, karena tidak semua nyeri sendi disebabkan oleh asam urat.
Dengan mengenali tanda-tanda asam urat tinggi sejak dini, Anda dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat dan mengurangi risiko kerusakan sendi maupun komplikasi pada ginjal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....