Pareidolia: ketika Otak Melihat Pola yang Sebenarnya Tidak Ada

  • 08 Jun 2026 16:48 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pernahkah Anda melihat wajah manusia pada awan, bulan, atau permukaan roti yang gosong? Atau mungkin merasa sebuah colokan listrik tampak seperti wajah yang sedang tersenyum? Fenomena ini dikenal sebagai pareidolia, yaitu kecenderungan otak manusia untuk mengenali pola yang bermakna terutama wajah dalam objek atau rangsangan yang sebenarnya acak.

Mengutip skillshare.com, pareidolia merupakan fenomena psikologis yang umum terjadi dan dialami hampir semua orang. Meskipun terkadang dikaitkan dengan hal-hal mistis atau supranatural, para ilmuwan menjelaskan bahwa pareidolia adalah hasil dari cara kerja normal otak manusia dalam memproses informasi visual dan suara.

Pareidolia berasal dari bahasa Yunani, yaitu para yang berarti "di samping" atau "menyimpang" dan eidolon yang berarti "gambar" atau "bentuk". Dalam psikologi, pareidolia didefinisikan sebagai persepsi terhadap pola yang dikenali dalam stimulus yang sebenarnya tidak memiliki pola tersebut.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada penglihatan, tetapi juga pada pendengaran. Misalnya, seseorang dapat merasa mendengar kata atau pesan tertentu dalam suara angin, deru mesin, atau lagu yang diputar secara terbalik.

Mengapa Pareidolia Terjadi?

Otak manusia dirancang untuk mengenali pola dengan cepat. Kemampuan ini merupakan hasil evolusi yang membantu nenek moyang manusia mengidentifikasi wajah, ancaman, atau objek penting di lingkungan mereka.

Dari sudut pandang evolusi, lebih aman bagi otak untuk salah mengira sebuah bayangan sebagai manusia daripada gagal mengenali keberadaan manusia yang sebenarnya. Karena itu, sistem pengenalan pola dalam otak cenderung bekerja secara sangat sensitif.

Bagian otak yang berperan dalam pengenalan wajah, terutama area yang disebut fusiform face area (FFA), dapat aktif bahkan ketika seseorang hanya melihat pola sederhana yang menyerupai wajah. Akibatnya, dua titik dan satu garis saja sudah cukup untuk membuat otak menginterpretasikannya sebagai wajah manusia.

Beberapa contoh pareidolia yang sering ditemukan antara lain:

- Melihat wajah pada awan di langit.

- Menganggap permukaan bulan memiliki bentuk wajah manusia.

- Menemukan sosok tertentu pada noda dinding atau batang pohon.

- Melihat ekspresi wajah pada mobil, rumah, atau peralatan elektronik.

- Mendengar kata-kata tertentu dalam suara bising atau musik.

Fenomena ini sering menjadi viral di media sosial ketika orang menemukan objek yang tampak menyerupai tokoh terkenal, hewan, atau simbol tertentu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....