Fakta Makan di Malam Hari: Mitos atau Realita?
- 16 Apr 2026 04:28 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Makan di malam hari sering dianggap kebiasaan buruk yang harus dihindari. Banyak yang percaya bahwa makan setelah jam tertentu bisa merusak kesehatan atau menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, fakta ilmiah menunjukkan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar.
Mengutip laman Hello Sehat, secara umum tubuh manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian yaitu sistem alami yang mengatur siklus tidur, metabolisme dan energi. Pada malam hari, metabolisme memang cenderung melambat dibandingkan siang hari tetapi bukan berarti tubuh berhenti mencerna makanan.
Faktor utama yang menentukan dampak makan malam adalah jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Dalam konsep keseimbangan energi, berat badan akan naik jika kalori yang masuk lebih besar daripada yang dibakar, terlepas dari jam makan.
Beberapa fakta penting tentang makan di malam hari:
1. Tidak selalu menyebabkan gemuk
Makan malam tidak otomatis membuat berat badan naik. Yang lebih berpengaruh adalah total kalori harian dan pola makan secara keseluruhan.
2. Bisa memengaruhi kualitas tidur
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur, terutama makanan berat atau berlemak, dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu tidur.
3. Jenis makanan sangat menentukan
Makanan tinggi gula dan lemak di malam hari cenderung berdampak buruk dibandingkan makanan ringan yang sehat seperti buah, yogurt, atau protein rendah lemak.
4. Berhubungan dengan kebiasaan, bukan waktu semata
Banyak orang makan malam sambil menonton atau tanpa sadar (emotional eating), sehingga kalori yang masuk sering berlebihan.
5. Bisa bermanfaat dalam kondisi tertentu
Bagi sebagian orang, seperti yang berolahraga di malam hari, makan malam justru penting untuk pemulihan energi dan otot.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....